Lihat ke Halaman Asli

Kaul-kaul Religius

Diperbarui: 18 Oktober 2021   17:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tiga orang biarawan Redemptionis sedang mendoakan Litani Agung saat mengikrarkan Kaul Kekal - sumber gambar: parokinandan 

Pada tulisan-tulisan sebelumnya saya pernah mengulas secara sederhana tentang panggilan hidup membiara yang dapat dibaca melalui: 

Panggilan Hidup Membiara

Panggilan hidup membiara adalah sebuah pilihan hidup bagi umat katolik untuk hidup selibat dan tinggal di biara sebagai jalan yang ia tempuh dalam menjawab panggilan Tuhan untuk mengamalkan dalam hidupnya tiga nasihat injili yakni Kemurnian, Kemiskinan dan Ketaatan. Panggilan hidup mereka diteguhkan dengan janji atau kaul. Maka pada ulasan kali ini kita akan sedikit membahas tentang kaul itu dalam terang Kitab Suci dan Ajaran Gereja Katolik.

Kaul adalah janji yang diucapkan oleh kaum religius (catatan: kaum religius menurut arti dalam Gereja Katolik adalah sebutan bagi mereka yang hidup membiara atau disebut juga biarawan/biarawati). 

Kaul yang diikrarkan meliputi kaul Kemiskinan, Kemurnian dan Ketaatan sebagaimana dimanatkan dalam Injil. Kaul dapat dibedakan menjadi dua yakni kaul sementara dan kaul kekal. 

Kaul sementara adalah kaul yang diikrarkan untuk tempo waktu tertentu, misalnya 1 tahun. Dalam rentang waktu 1 tahun seorang religius diikat dengan janjinya dan akan diperbaharui kembali jika kaul itu jatuh tempo. 

Kaul sementara dapat diikrarkan oleh biarawan atau biarawati yang masih muda sambil berusaaha mendalami dan menghayati dalam hidupnya kaul yang telah ia ikrarkan. 

Sementara kaul kekal adalah kaul yang berlaku seumur hidup. Mereka yang mengikrarkan kaul kekal akan diikat seumur hidup dalam janji-janjinya untuk menaati ketiga nasihat injili yakni kemiskinan, kemurnian dan ketaatan. 

Kaul itu akan berlaku seumur hidupnya sampai ia meninggal dunia. Mereka yang telah mengikrarkan kaul kekal akan menjadi anggota tetap suatu tarekat religius tertentu dan tidak bisa keluar lagi. Apa bila mereka menyangkal kaulnya atau keluar dari biara mereka akan menerima sanksi ekskomunikasi dari Gereja.

Sekarang kita akan mendalami tentang ketiga kaul religius dimaksud.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline