Lihat ke Halaman Asli

Yosi Prastiwi

Ibu rumah tangga

Bye Bye Drama MP-ASI

Diperbarui: 28 Agustus 2022   23:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

foto Oleksandranaumenko


Hampir sepanjang tahun saya menyiapkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk bayi dan balita. Jarak kelahiran yang relatif dekat antaranak jadi alasan utama. Meski bukan pencapaian yang besar, bisa dibilang ini salah satu karir yang bisa saya cantumkan dalam riwayat pekerjaan: mengelola MP-ASI anak selama 8 tahun berturut-turut.  

Tapi 8 tahun tidak lantas membuat saya ahli, sebab saya tidak belajar ilmu gizi secara khusus. Berpengalaman itu pasti. Mengasuh 5 anak berturut-turut membuat saya manusiawi. Menurunkan standar makanan keluarga adalah koentji.

Eniwei, perkenalkan saya Yosi, ibu dari 5 anak. Usia mereka masing-masing 9,5 tahun, 7 tahun,  5 tahun, 3 tahun dan 10 bulan. Banyak? Iya! Tetangga bilang, saya ketuker sendal sama suami aja bisa bikin hamil :-D

Kali ini, saya mau sharing pengalaman saya menyiapkan MP-ASI agar kita bisa meminimalisir drama soal ini. Enggak perlu nambah beban hidup. Cukup drama Korea aja yang berat. Ini dia panduannya: 


1. Menu andalan
Dengan mengasuh anak-anak sepanjang tahun bisa dibayangkan ya menu wajib keluarga kami apa. Yak betul, sup! Andalan sekali bagi ibu berbalita. Segala macam sup pernah saya masak. Sup ayam, sup wortel, sup makaroni, sup jagung, sup daging sapi, sampai supermie. Menu berkuah juga anti gagal sih di rumah. Dari bobor bayam, bening daun katuk, gulai nangka, lodeh tanpa cabe, sayur asem enggak pedas, bisalah dicoba. Minimal mereka doyan kuahnya, hahaha.

2. Bubur Instan itu Enggak Dosa
Setelah anak ketiga lahir, saya hampir tidak pernah menyiapkan menu MPASI secara khusus. Selain enggak sempat, perubahan pola gizi seimbang juga mempengaruhi pilihan ini. Nasehat kader Posyandu setempat agar anak diberi MPASI menu rumahan seimbang sungguh bijaksana bagi ibu rempong macam saya.

Jadi, saya rajin beli bubur intan homemade yang dijual depan gang itu. Biar mereka saja yang repot masak pake slowcooker dan memikirkan menu sepekan. Kita bagian berpartisipasi menumbuhkan UMKM dengan jajan ke meeka. Tak lupa sesekali beli bubur instan yang dijual di swalayan. Ada berbagai pilihan rasa dari kacang ijo, beras merah, pisang sampai apel. Oh ya, bubur instan merk tertentu ada yang mengandung susu formula. Kalo kamu keberatan, bisa pilih merk lainnya. 


3. Bergabung dengan Komunitas Orangtua Sebaya atau Grup Tumbang Anak

Menjadi orangtua  tanpa sekolah emang enggak mudah. Bergabung dengan komunitas tumbuh kembang anak sangat membantu orangtua memilih metode pengasuhan keluarga yang akan digunakan. Termasuk pilihan dalam memberikan MP-ASI. 

Selain itu, berguru pada pengalaman orangtua dan mertua dalam mengasuh anak. Pro dan kontra itu biasa. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Jika memang memiliki sudut pandang yang berbeda, sesekali ajaklah orangtua atau mertua saat kopdar komunitas yang anda ikuti. Atau ajak menghadiri seminar pengasuhan terkait MP-ASI. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline