Lihat ke Halaman Asli

W. Bintang

Variety Writer

Keracunan Sianida: Ciri dan Bagaimana Pertolongan Pertamanya

Diperbarui: 3 Mei 2021   20:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pelajari cara mengenali gejala keracunan sianida, siapa yang paling berisiko, dan pengobatannya (shutterstock via kompas.com)

Apa itu sianida?

Sianida adalah salah satu racun paling terkenal - dari novel mata-mata hingga misteri pembunuhan, zat ini memiliki reputasi sebagai penyebab kematian yang hampir seketika.

Baru - baru ini, kejadian menggemparkan dimana paket sate beracun yang dimakan seorang anak pengendara ojek online di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dipastikan mengandung racun potasium sianida/kalium sianida.

Baca juga: "5 Tahun Kasus Kopi Sianida, Berbagai Kesaksian yang Memberatkan Jessica sebagai Pembunuh Mirna" oleh Rudy W.

Namun dalam kehidupan nyata, sianida bisa dikatakan sedikit lebih rumit.

Sianida dapat mengacu pada bahan kimia apa pun yang mengandung ikatan karbon-nitrogen (CN), dan dapat ditemukan di beberapa tempat yang mengejutkan.

Misalnya, ditemukan di banyak makanan nabati yang aman dikonsumsi, termasuk almond, kacang lima, kedelai, dan bayam.

Anda juga dapat menemukan sianida dalam senyawa nitril tertentu yang digunakan dalam pengobatan seperti citalopram (Celexa) dan simetidin (Tagamet).

Nitril tidak begitu beracun karena tidak mudah melepaskan ion karbon-nitrogen, yang bertindak sebagai racun dalam tubuh.

Sianida bahkan merupakan produk sampingan metabolisme dalam tubuh manusia dengan zat ini dihembuskan dalam jumlah rendah dengan setiap tarikan napas.

Bentuk sianida yang mematikan meliputi:

  • natrium sianida (NaCN)
  • kalium sianida (KCN)
  • hidrogen sianida (HCN)
  • sianogen klorida (CNCl)
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline