Lihat ke Halaman Asli

Widz Stoops

TERVERIFIKASI

Penulis buku “Warisan dalam Kamar Pendaringan”, Animal Lover.

Yang Langka, Yang Dilindungi

Diperbarui: 25 Juli 2021   19:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber foto : Dokpri by Widz Stoops

Delapan tahun lalu seorang kerabat, sebut saja. M, memutuskan untuk menghabiskan masa tuanya di Florida. M lalu membeli sebidang tanah dengan niat membangun rumah idaman di atasnya.

Saat hendak memulai pembangunan rumahnya, M baru mengetahui kalau ada burung Bald Eagle (elang berkepala putih)  bersarang di atas pohon besar yang tumbuh di sebelah tanah miliknya. Walaupun bukan termasuk hewan langka tapi burung yang dijadikan lambang Negara Paman Sam ini adalah salah satu jenis burung yang dilindungi. Tak mau melanggar peraturan, M menghubungi United State Fish & Wildlife Service atau USFWS untuk meminta petunjuk.

Masalah seperti ini biasanya dilihat kasus per kasus. Ada kalanya sarang burung tersebut bisa dipindahkan ke tempat lain. Dalam kasus M, USFWS menyatakan sarang burung tidak dapat dipindahkan.

Sarang Bald Eagle itu terletak di atas pohon yang tumbuh di luar tanah milik M, meski tidak wajib, USFWS menyarankan agar M memohon untuk mendapatkan "Disturbance Permit" (ijin gangguan) dengan biaya berkisar antara 500 hingga 2500 US dollar.

Saya sebut memohon karena proses ijin gangguan tersebut disamping memakan waktu sekitar dua bulanan, permohonan ijin tidak dijamin akan selalu dikabulkan dan biaya yang telah dikeluarkanpun tidak dapat dikembalikan.

M bisa saja melakukan pembangunan rumahnya tanpa memiliki ijin gangguan karena pembangunan rumah nantinya terletak dalam jarak yang direkomendasikan dari lokasi sarang tersebut. Dan apabila burung elang terus menggunakan sarang untuk membesarkan anak-anaknya, tidak ada hukum Federal yang dilanggar.

Sumber foto : Dokpri by Widz Stoops


Masalah akan timbul, apabila sarang burung elang jatuh, atau anak-anaknya mati atau karena kegaduhan pembangunan rumah burung elang meninggalkan sarangnya, maka M dapat dimintai pertanggung jawaban atas "Eagle Act" atau Undang-undang Burung Elang.

USFWS tidak main-main, denda yang dikenakan adalah kurungan penjara satu hingga dua tahun atau uang berkisar seratus hingga dua ratus lima puluh ribu US Dollar. Tidak mau mengambil resiko, M memutuskan untuk menunda pembangunan tersebut.

Lima tahun berselang, M mendapat berita kalau burung Elang yang bersarang di pohon besar itu sudah bermigrasi entah ke mana dan pohon besar itupun sudah tumbang disambar petir. Betapa senangnya M, karena ia berpikir alam berpihak kepadanya kali ini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline