Lihat ke Halaman Asli

WAHYU TRISNO AJI

Selamat datang. Dalam pemikiran sebebas mungkin dalam ruang prespektif bahasa. Yang dimana sejalan dengan rasio dan empirik yang kritik. Mari berkontribusi untuk mengkonstruksi paradigma berfikir menjadi lebih ambivelensi terhadap kehidupan yang penuh jawaban yang bercabang

Dia Guruku

Diperbarui: 16 Januari 2022   15:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Guru.

Begitulah sosok namanya.

Seorang yang berhati mulia mengajarkan sesama.

Pahlawan yang mengajarkanku mengenai bagaimana luasnya dunia.

       Ia tak seperti pahlawan yang lain.

       Ia hanya sosok manusia yang mengajar dengan  penuh suka cita.

       Masih kuingat, senyum guruku  yang terlintas dari raut wajahnya.

       Guruku tetap ceria, dan bahagia mengajarkan semua murid-muridnya

Kau adalah sesosok peran besar dalam hidup ini.

Karenamulah, aku faham  sebuah hidup yang penuh arti.

Kau ajarkan aku sampai bisa tentang berbagai hal dengan sabar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline