Lihat ke Halaman Asli

Wahyu Sapta

TERVERIFIKASI

Penulis #Peraih Best In Fiction Kompasiana Award 2018#

Cerita Pengalaman Pertama Menjadi Narasumber di Kotekatalk 114 tentang Kompasianival

Diperbarui: 1 Desember 2022   14:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pengalaman pertama menjadi narasumber di acara Kotekatalk 114 tentang Kompasianival. | Foto: dok. Koteka.

Suatu hari saya dihubungi Mbak Gana. "Mbak, mau nggak jadi narasumber di Kotekatalk ke-114 lewat zoom?" tanya dia. "Serius?" batin saya. Tahu diri lah saya, nggak pinter ngomong. Okelah jika menulis, mungkin saya lebih mahir. Tapi kalau berbicara, kadang demam panggung. 

Tapi saya iyakan saja tawaran Mbak Gana. Temanya Kompasianival. Nantinya dalam acara, akan membahas pendapat saya tentang Kompasianival. 

"Kamu pernah datang ke Kompasianival kan mbak? Nanti kamu enggak sendirian jadi narasumber. Ada Mbak Riap Windu juga," kata Mbak Gana. 

"Baiklah, siapa takut?" batin saya menyemangati diri sendiri.

Saya pernah datang di Kompasianival dua kali, tahun 2017 dan 2018, dimana saya masuk nominasi Best in Fiction Kompasiana Award. Saya datang sebagai penghargaan kepada teman, karena telah memilih saya, masuk dalam nominasi di tahun tersebut.

Jarak Semarang-Jakarta lumayan jauh bagi saya. Butuh effort yang lumayan juga untuk sampai ke lokasi perhelatan Kompasianival. 

Tahun 2017 saya datang naik kereta api. Ditemani suami dan anak bungsu. Kebetulan juga ada kakak yang tinggal di Jakarta. Jadi sebelum ke acara, saya ke rumah kakak terlebih dahulu, lalu ramai-ramai berlima, bersama kakak dan keponakan ke acara tersebut.

Sayangnya di tengah acara, saya mendapat kabar bahwa ayah saya masuk rumah sakit. Memang sih sejak awal saya ragu-ragu untuk berangkat, mengingat sakitnya ayah yang sudah keluar masuk rumah sakit. Akhirnya sebelum puncak acara, saya pulang terlebih dahulu. 

Alhamdulillah masih bisa menemani beliau selama dua hari, sebelum beliau wafat. Pada saat itu, saya sangat sedih sekali. Betapa tidak, cinta pertama saya, meninggalkan saya untuk selama-lamanya. Pada tahun 2017, Kompasiana Award Best in Fiction diraih oleh Mbak Lilik Fatimah Azzahra. 

Alhamdulillah tahun 2018 saya kembali masuk nominasi kategori Best in Fiction. Kali ini saya berangkat naik pesawat untuk mempersingkat waktu, karena masih banyak yang harus diurus di Semarang. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline