Lihat ke Halaman Asli

Visual Storytelling: Gambar, Pikiran, dan Cerita

Diperbarui: 17 April 2019   23:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Visual storytelling berarti cerita yang disampaikan dengan menggunakan suatu visual. Visual dalam hal ini tidak hanya gambar, tetapi video, simbol, dan lain-lain. Sebelum masuk ke dalam pembahasan lebih lanjut, perlu memperhatikan tiga prinsip dalam komunikasi visual :

  • Manusia adalah visual utama, verbal adalah yang kedua.

Mata : Lebih tertarik 3x lipat dengan video daripada tulisan

 Ketika berkomunikasi, seseorang akan cenderung melihat gambar, simbol, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan visual menjadi dominasi utama dalam otak manusia. Contohnya : Kita akan cenderung menyukai foto-foto daripada teks. Inilah yang disebut dengan prinsip pertama dari komunikasi visual. Kita akan fokus pada visual daripada komunikasinya.
  • Keputusan dan tindakan kita lebih didasarkan pada reaksi emosional daripada pikiran rasional.

Persentase dalam otak seseorang

Visual berpengaruh pada reaksi emotional seseorang. Seseorang menggunakan perasaannya, pertama kali saat melihat visual. Kemudian dari perasaan itu akan memunculkan pikiran-pikiran. Oleh karena itu, suatu visual yang menarik serta membangkitkan semangat sehingga reaksi emosionalnya akan muncul.
  • Visual merupakan sarana komunikasi paling efektif untuk membangkitkan reaksi emosionalnya serta mengambil suatu tindakan.

Ekspresi seseorang menggunakan perasaan

Kecenderungan seseorang dalam melihat visual menjadi daya tarik guna mempersuasinya. Hal ini dikarenakan seseorang dalam melihat suatu visual akan cenderung menggunakan "rasa" baru kemudian berpikir dan akhirnya dilakukan.

Berdasarkan tiga prinsip tersebut , visual storytelling menjadi hal yang terpenting dalam mempersuasi seseorang melalui visual. Visual storytelling ini memiliki point plus karena mata cenderung akan melihat gambar daripada tulisan. Oleh karena itu, visual story telling memiliki daya tarik untuk dilihat daripada teks. Penulis memerlukan element-elemen pendukung dalam menarik perhatian audience. Terdapat 3 elemen yang diperlukan dalam visual storytelling:

  • Things (Sesuatu)

Sesuatu yang dimaksudkan dalam visual storytelling yakni segala hal baik secara fisik maupun non-fisik. Hal secara fisik ini bisa berupa lokasi, bangunan, atau mesin. Dari ketiga hal tersebut ketika diambil visualnya dapat menjadi langkah dalam melakukan sesuatu.

  • People (Orang)

Orang menjadi "agen" dalam perubahan.

Orang dalam elemen visual storytelling menjadi salah satu "agen" dalam upaya perubahan. Selain mengalami perubahan orang juga mengembangkan keterampilan. Perubahan seseorang tentunya memiliki pertimbangan sehingga seseorang mengetahui efek dari tindakannya.
  • Processes (Proses)

Proses dalam pemikiran kita dengan melakukan pertimbangan terhadap suatu kegiatan.

Proses merupakan rangkaian dari suatu aktivitas seseorang dalam melakukan sesuatu. Hal yang dimaksudkan disini adalah bagaimana seorang bisa melakukan perubahan tersebut, hal apa yang menjadi pertimbangannya.

Pembahasan diatas mengemukakan bahwa visual storytelling perlu memperhatikan beberapa hal. Upaya dalam menarik perhatian seseorang tak hanya dengan visualnya tetapi perlu menggunakan data story. Ada empat alasan bahwa suatu visual (gambar) perlu di dukung dengan data story.

Salah satu contoh visual menggunakan data story

  • Mengapa harus menceritakan visual story

Visual story sejatinya sudah digunakan sejak lama. Terlebih di era sekarang ini, dengan berbagai kemudahan akses melalui media sosial menjadi trend. Cerita dengan menggunakan data membuat seseorang lebih mudah dalam memahami dan memaknai sebuah pesan.

  • Pengelihatan dapat mudah di prediksi
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline