Lihat ke Halaman Asli

Cuap Cuap

Tukang gambar kehidupan

Ketika Sutradara Berteman dengan Gurita Hingga Akhir Hayatnya

Diperbarui: 21 Februari 2024   22:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kredit: My Octopus Teacher /https://travel.detik.com

Ada banyak sekali film yang bertema satwa, baik lokal atau pun film luar. Sejak kecil aku memang suka menonton film  dokumenter hewan di TV, tapi tak pernah mendapatkan banyak ruang karena tontonan yang disukai banyak orang adalah sinetron. 

Meskipun suka menonton film dokumenter atau cerita tentang alam, dunia binatang liar, dan sejenisnya, aku tak pernah menonton sampai akhir karena terlalu padat ilmu membuatku bosan. Kecuali film fiksi atau kartun. Biasanya memang dikemas lebih menarik.

Memutuskan Menonton Film Dokumenter My Octopus Teacher 

Kredit: My Octopus Teacher /https://www.cxomedia.id

Sewaktu skrol film-film di Netflix suatu hari, aku bingung mau menonton apa. Selain karena takut jelek, juga takut membuat emosiku teraduk-aduk. Akhirnya kuputuskan cari film dokumenter saja. Bertemulah film dokumenter berjudul My Octopus Teacher. Aku tidak punya ekspektasi apapun menonton film ini. Kalau pun bosan, aku bisa matikan dan ganti film lain, tapi ternyata itu tidak terjadi. Aku sangat menikmati ceritanya.

Film dokumenter yang menurutku hanya berupa pelajaran biologi tentang kehidupan gurita di lautan, ternyata membuatku menangis di akhir. Sampai aku memutuskan untuk tidak makan gurita lagi karena saking sedihnya. Tahu tidak, perasaan sedihnya seperti membaca novel Life of Pi, di mana tokoh utamanya ditinggalkan oleh seekor harimau yang menemaninya selama terombang-ambing di lautan. 

Mungkin aneh jika menangis karena ditinggal seekor hewan, tapi bagiku itu berbeda. Sebagai orang yang suka kucing, ditinggal mati kucing sedihnya tak tertahankan. Begitulah rasanya.

Sutradara yang Berteman dengan Seekor Gurita

Kredit: My Octopus Teacher/https://lampung.antaranews.com

Craig Foster, seorang sutradaranya, yang mengalami banyak masalah termasuk kesehatan, memutuskan untuk menjelajahi laut setiap hari. Suatu hari dia menemukan seekor gurita yang sedang bersembunyi. Ia pun tertarik, keesokan harinya ia kembali ke tempat yang sama saat menemukan gurita. Ia kemudian memutuskan untuk merekam kehidupan gurita yang ia temui itu setiap hari selama berbulan-bulan.

Yang masih jadi pertanyaanku, kok bisa bertemu dengan gurita yang sama setiap hari? Aku juga belum melakukan riset tentang perilaku gurita apakah wilayah teritorial mereka sempit atau bisa menjelajah ke area yang lebih luas. Yang jelas aku mencoba ikut meyakini apa yang Foster lakukan terhadap gurita yang sama setiap hari.

Foster hanya melihat kehidupan gurita itu dan merekamnya. Seolah-olah dia dan gurita itu punya keterikatan dan membiarkan Foster mengamati apa yang gurita itu lakukan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline