Lihat ke Halaman Asli

Tu Yuda

Belajar adalah sebuah proses perjalanan

Cerita Pak Wayan Menanti Putik Padi

Diperbarui: 12 Februari 2022   12:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: koleksi pribadi

Membicarakan kembali tentang sawah, tiada habis untuk dibahas dengan waktu yang singkat, banyak cerita terurai dari sawah, mukai dari keindahan sawah, petani yang sibuk bekerja, binatang- binatang penghuni sawah, begitu juga hasil dari komoditi persawahan.


Masih sama dengan sebelumnya, hari sabtu telah menyapa saya untuk melanjutkan aktivitas berkebun. Menjadi penantian dari senin hingga kembali ke sabtu san minggu. Bagi saya tak ada kata bosan untuk berkebun dengan segala peluang yang bisa saya dapatkan dari hobi yang satu ini.


Kali ini saya berjumpa dengan seorang petani bernama Pak Wayan. Ia telah menggeluti pekerjaan sebagai petani padi, hampir 20 tahun sudah. Sayapun menghampiri Pak Wayan disebuah gubuk ditengah- tengah sawah.


Suasana sejuk, ditemani hamparan hijau padi yang baru berusia sekitar 2 bulan ini. Sisi sebelah utara terlihat bangunan- bangunan menghiasi kota, sesekali juga terlihat Kapal berlalulalng di lautan yang jaraknya cukup jauh, namun posisi sawah diketinggian menambah suasana pemandangan semakin memanjakan mata.


Sayapun bertanya kepada Pak Wayan mengenai pertumbuhan padi yang di tanamannya. Iamengatakan saat ini, padi tersebut tinggal menunggu proses tumbuhnya putik padi yang bakal menjadi bulir- bulir padi.
Namun saat putik padi telah tumbuh, beberapa pekerjaan berat telah menanti Pak Wayan, diantaranya, ia mengatakan ketersediaan air untuk menjaga kelangsungan padi merupakan hal utama agar hasil panen sesuai harapan.


" Kalau cuaca bagus ( malam tidak hujan) harapan padi bakal bagus bisa ditebak sedini mungkin, tapi kalau cuaca tidak menentu, ini yang membuat pekerjaan semakin berat" Kata Pak Wayan menjelaskan kepada saya.


Lanjutnya, cuaca memang penting dalam mengatur tempo pertumbuhan dan hasil, namun kesiapan untuk datangnya hama dan virus yang menyerang padi juga harus difikirkan sejak awal, sebab kemunculan hama seperti belalang, tikus dan burung bisa saja datang kapan saja.

Dengan kondisi tersebut, iapun telah mempersiapkan seperti pestisida untuk belalang, jaring untuk antisipasi burung dan tak ketinggalan racun tikus untuk membasmi tikus. Cara sederhana seperti berburu tikus dimalam hari atau membuat ketapel dan orang- orangan sawah memang sudah biasa ditempuh, namun jika jumlahnya banyak, jelas Pak Wayan bakal kewalahan.


Kembali ke putik padi,  bagi seorang petani tumbuhnya putik padi menandakan setengah perjalanan sebuah usaha menanam padi sudah terlihat, inipun menjadi pemicu semangatnya untuk lebih giat menjaga dan merawat tanaman padi. 


Sederhananya Pak Wayan ketika membagikan pengalamannya menjadi petani, membawa saya hanyut dalam suasana dan terfikir dalam hati, betapa susahnya menjadi seorang petani yang memiliki peran penting dalam menghasilkan beras untuk kepentingan orang banyak.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline