Lihat ke Halaman Asli

S Aji

TERVERIFIKASI

Nomad Digital

Perihal "Mulan" yang Batal Menjadi Mahakarya

Diperbarui: 17 Oktober 2020   18:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Prajurit Mulan di tengah Para Pria/ (Foto: Jasin Boland/Disney via AP)

I know my place. And it is my duty to fight for the kingdom and protect the emperor - Mulan 

Nicholas Barber (BBC Culture) telah menulis ulasan singkat yang meletakan Mulan dalam versi film sebagai adaptasi yang gagal. 

Hal mana jika mengacu pada bentuk animasinya yang pertama kali rilis 1998. Bagi Nicholas, Mulan (1998) adalah mahakarya: menghibur, sangat lucu, memiliki penggunaan sudut dan citra artistik yang jelas, dan feminis. Film ini memberi representasi positif soal karakter orang Asia. Ulasan Nicholas Barber itu boleh dibaca di sini. 

Pada Mulan yang dibintangi keanggunan Liu Yifei dan Gong Li, kesan mahakarya itu redup. Belum lagi kontroversi-kontroversi politisnya. Tapi kita tidak akan membahas yang terakhir ini. Catatan ini lebih sebagai bagian dari kekecewaan Nicholas Barber. 

Mari kita lihat lagi film yang diproduksi Walt Disney Pictures dan berbiaya sekitar 200 juta dolar Amerika.

Kesan pertama yang langsung menyergap adalah Mulan memang tidak kehilangan landeskap kultural yang indah. Ini meliputi gugusan arsitektural yang indah dari warisan peradaban Tiongkok. 

Mulai dari pemukiman keluarga Hua hingga ke istana Kaisar. Termasuk juga desain konstum dan barikade militer hingga protokol di dalam istana. Semua dihadirkan dengan memikat; sesuatu yang telah menjadi ciri yang kuat dalam film-film silat Mandarin. 

Saya duga, poros yang paling penting di film ini adalah kehendak Mulan untuk tetap berdiri di antara tradisi dan pembaharuan. Sayangnya, konflik antara dua problem rumit ini tidak dilukiskan dengan dinamika yang sedikit rumit. Sedikit saja. 

Sebab tema tradisi dan pembaharuan memang tidak pernah sederhana dan lekas-lekas urusannya. Tanyakan saja ke Opa Hassan Hanafi yang dikenal dengan slogan "Kiri Islam" itu. 

Persisnya kira-kira begini. Mulan adalah anak perempuan tertua yang dianugerahi tenaga luar biasa ("chi"). Anugerah yang terlarang karena ia hidup dalam masyarakat feodal-patriakis-kekaisaran; kombinasi sistem menindas yang sempurna. Celakanya, anugerah seperti ini sebagaimana "sesuatu dari langit" tidak bisa direkayasa, dipilih-pilihkan takdirnya. Takdir adalah takdir, leluhur adalah leluhur. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline