Lihat ke Halaman Asli

Karena Corona Semua Menjadi "Lebay"

Diperbarui: 20 April 2020   00:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Virus Corona menyebar ke seluruh dunia dan mematikan.

Segala sesuatu yang tadinya berjalan normal mendadak jadi tidak normal dan terkesan lebay.

Mencegah penyebaran virus Covid-19 melalui beberapa hal seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, tidak berkumpul, dan tetap berada di rumah termasuk yang bekerja, dilakukan dengan cara Work from Home, yang bersekolah, sementara belajar di rumah secara daring (online).

Semuanya baik dan bermanfaat untuk keselamatan bersama. Tapi gak lebay juga kalee...

Gerakan mencuci tangan menggunakan sabun, memang sudah seharusnya dilakukan oleh masyarakat sebagai bagian dari PHBS Pola Hidup Bersih dan Sehat, bukan karena adanya kasus Covid-19.

Bagaimana tidak lebay, ada satu orang yang mengatakan bahwa ia bekerja di rumah (WfH) dan dalam satu hari itu ia sudah mencuci tangan sampai 16 kali. Wow...

Bukankah ia seharian di dalam rumah, bekerja, mungkin bersama keluarga, yang tidak keluar rumah. Apakah ia takut tertular virus Corona? Tertular oleh siapa? Atau karena habis memegang sesuatu (handel pintu, remote, komputer, atau apa lah..). Helow... bukankah jauh sebelum adanya kasus Covid-19 ini semua sudah terjadi? Mengapa segitu lebaynya mencuci tangan sampai 16 kali?

Yang terbaru adalah dengan adanya Permenkes tentang PSBB. Lebih lebay lagi..

Yang naik motor tidak boleh berboncengan kecuali dengan orang yang satu KK (dalam artian keluarga satu rumah). Dan itu pun hanyan diperbolehkan pergi ke suatu tempat seperti pasar, supermarket untuk sekedar membeli makanan dan atau kebutuhan sehari-hari.

Bukankah setiap hari pun selalu bersama dalam satu rumah? Mengapa sampai begitu menakutkankah bepergian dengan pasangan sendiri umpamanya?

Lebay banget sih...

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline