Lihat ke Halaman Asli

TJIPTADINATA EFFENDI

TERVERIFIKASI

Kompasianer of the Year 2014

Satu Kunci untuk Membuka Hati Semua Orang

Diperbarui: 31 Mei 2020   11:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Perbedaan suku budaya dan agama bukan halangan menjalin persahabatan/tjiptadinata effendi

Agar Kita Diterima Segala Kalangan

Selama melakukan perjalanan dari Sabang hingga ke Merauke dan melanglang buana keberbagai negara,meliputi 5 benua di dunia ini, kami berdua bersyukur, belum sekali juga kedatangan kami diterima dengan wajah tak sedap, apalagi sampai ditolak. 

Bahkan ada beberapa daerah yang sebelum kami kunjungi,banyak saran dan nasihat agar membatalkan kunjungan kami. Dengan alasan kami berdua berbeda baik beda asal keturunan,maupun berbeda dalam agama. 

Tapi kami tetap bertekad untuk menjalani apa yang sudah kami rencanakan,dengan prinsip ,karena kami datang dengan hati yang rendah hati,pasti akan diterima walaupun kami berbeda. Dan ternyata hal ini sudah kami buktikan,selama perjalanan hidup.

ket.foto: yang tampak difoto adalah berasal dari :Philipina,Cina.Korea,Cambodia ,Bangladesh dan Indonesia/tjiptadinata effendi

Penghalang Terbesar Dalam Menyalin Persahabatan

Salah satu penghalang terbesar dalam hidup ini,untuk dapat menjalin persahabatan lintas usia dan lintas suku dan agama,adalah menempatkan diri lebih tinggi daripada orang yang berada didepan kita. 

Boleh jadi karena merasa diri sukses,kaya raya atau mungkin menyandang titel berlapis lapis. Bahkan tidak sedikit orang,yang merasa level dirinya sudah terangkat naik hanya karena sudah pernah bertemu dengan orang penting ataupun pejabat tinggi. 

Jangan lupa,bergaul dengan orang kaya ataupun dengan orang penting tidak secara serta merta mengangkat derajat kita kelevel yang lebih tinggi

ket.foto: bersama Menpan (pada waktu itu) Taufiq Effendi /tjiptadinata effendi

Hati yang dipenuhi oleh perasaan egoisme, secara sadar ataupun tidak akan tampil dalam bahasa tubuh dan bahasa verbal yang dikedepankan ketika berinteraksi dengan orang lain. 

Hal inilah yang menyebabkan terciptanya rasa antipati bagi orang yang diajak berkomunikasi dan menjadi dinding penyekat untuk menjalin sebuah persahabatan

ket.foto: Bersama James Riyady putra mahkota Lippo Group dalam undangan makan malam/tjiptadinata effendi

Hindari Sikap Yang Memandang Rendah 
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline