Lihat ke Halaman Asli

TJIPTADINATA EFFENDI

TERVERIFIKASI

Kompasianer of the Year 2014

Dulu Koleksi Para Raja, Kini Siapapun Bisa

Diperbarui: 26 Juni 2016   15:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Keterangan foto: tumpukan koleksi koin dari belasan negara ,yang belum dirapikan. Setumpuk coin yang tampaknya sepele ini, lebih berharga dari laptop/foto: koleksi pribadi tjiptadinata effendi

Di jaman dulu, hobbi  mengoleksi koin, disebutkan sebagai The Hobby of Kongs, tapi kini siapapun bisa.Sebenarnya apa sih ,keuntungannya mengoleksi koin?

Seorang Kolektor Koin, tentu mengumpulkan Koin Koin dari emas ataupun Koin kuno,yang harganya bisa selangit. Bila beruntung, seorang Kolektor bisa menjadi kaya mendadak, dari hasil pengumpulan koin koin kuno .

Seperti salah satu contoh,yang sempat menghebohkan kalangan kolektor koin di dunia ,adalah sebuah koin :”Double Eagle “ yang nilai riilnya ,hanya 20 dollar Amerika, terjual dengan harga yang sangat fantastis,yakni senilai 7,59  Juta US.Dollar,pada tahun 2002. Koin tersebut adalah hasil dari produksi tahun 1933

Tapi karena saya sendiri mengoleks koin hanya sebatas hobbi, mata  tulisan inipun saya tuliskan sebatas apa manfaatnya mendidik anak anak kita untuk mulai mengoleksi koin. Pasti bukan untuk berharap apalagi bermimpi,suatu hari koin yang dikoleksi akan terjual jutaaan rupiah. Walaupun sesungguhnya, kemungkinan tersebut,bukanlah sesuatu yang mustahil.

Karena bagi seorang Kolektor yang sungguh sungguh menekuni hobbinya, bila ada koleksi yang kurang,maka ia tidak akan keberatan membeli dengan harga berapapun, asal saja dapat melengkapi koleksinya.

Kembali ke Topik

Kalau tempo doeloe,hanya raja raja dan kaum bangsawan yang dapat menjadi Kolector Koin,kini siapapun bisa melakukannya. Walaupun jelas mutu atau nilai koin yang dikoleksinya sangat berbeda dalam nilai nominalnya.

Setiap koin merupakan kepingan mata uang yang sangat menarik. Namun kebanyakan orang,hanya  memandangnya sebatas nilai yang terkandung dalam koin tersebut.Dan sama sekali tidak memperhatikan ,apa yang ada pada koin tersebut. Coba saja tanya pada diri kita sendiri, jangan jangan kita tidak tahu,gambar apa yang ada pada koin 100 -500 atau 1000 rupiah  yang dicetak oleh Bank Indonesia.Walaupun sudah bertahun tahun kita tengok dan dimanfaatkan ,tapi hampir tidak pernah terpikirkan untuk  memperhatikan gambar yang terdapat pada kedua sisi mata uang tersebut.

Mendidik Anak Memanfaatkan Waktu Dengan  Hal Bermanfaat

Daripada anak seharian bermain game atau ribut bertengkar,alangkah baiknya anak anak kita ,sejak dini diperkenalkan untuk mengoleksi koin. Bisa diawali dengan koin rupiah, yang nilainya tidak seberapa. Kemudian secara bertahap,melengkapi koleksi dengan koin dari negara tetangga, seperti Malaysia,Singapore, Thailand dan seterusnya.

Sebagai orang tua, cukup membelikan anak sebuah album coin dan  coin coin dari Indonesia. Cukup memberikan tuntunan sederhana, Karena kalau begitu mulai ,sudah dijejali dengan segala aturan yang rumit rumit, akan menyebabkan antusiasnya mengoleksi koin,menjadi menurun dan buyar. Tidak masalah pada awalnya  disusun secara acak,karena tidak akan mengurangi nilai dari koin tersebut, Secara alami,anak akan belajar menata hobbinya sendiri,tanpa dipaksa harus begini dan begitu,

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline