Lihat ke Halaman Asli

Tjahjono Widarmanto

Penulis dan praktisi pendidikan

Dedes

Diperbarui: 24 September 2020   23:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

perempuan itu sungguh tak pernah serahkan hidup pada: cinta

sebab  tak pernah memiliki atau diberi pilihan.sejak betisnya menyala warna kencana

dan para pujangga serta segenap penujum dengan takjub  mulutnya menganga

meremas-remas pelir sendiri serta merta menunjuk-nunjuk keningmu

; ada taksu bertengger di sana.

perempuan itu hanya menjalani riwayat takdir yang asing

saat dibawa ke sebuah kota yang pekat bersama budak dan sapi-sapi.

kota dengan pagar berbatu di tengah-tengahnya berserak kuil

berpancang lingga berbola-bola besi mendongak tegak menantang langit

mengancam lubang  selangkang

kuil-kuil kaca menjadi tempat berdiam menyisir rambut dan memulas bibir sewarna rahimmu!

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline