Lihat ke Halaman Asli

Thomas Panji

TERVERIFIKASI

Content Writer

Feel Koplo, Mendobrak Asumsi Sempit Soal Dangdut

Diperbarui: 9 Januari 2023   15:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 Personil Feel Koplo, Tendi Ahmad (kiri) dan Maulfi Ichsan (kanan) soloevent.id

Feel Koplo datang semua berdendang!

Dangdut adalah salah satu genre musik yang sangat populer di Indonesia. Ada begitu banyak genre dangdut di Indonesia. Salah satu genre dangdut yang akhir-akhir ini sedang happening adalah dangdut koplo. Dangdut koplo adalah musik dangdut dari daerah Pantai Utara Jawa (Pantura) yang berasimilasi dengan kesenian musik tradisional Kendang Kempul dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur dan irama tradisional khas Jawa Tengah, khususnya gamelan dan jaranan atau kuda lumping (Raditya, 2013).

Dengan irama lagu yang riang dan dominannya suara ketipung serta kendang yang rancak, membuat genre dangdut koplo selalu dapat membuat penontonnya "kerasukan" untuk ikut bernyanyi dan bergoyang ria ke sana ke mari. Meski dangdut koplo kerap dicap seronok karena menampilkan biduan dengan pakaian serba minim, namun genre dangdut yang satu ini justru mengalami inovasi karena kreativitas dari para penikmatnya. Salah satu inovator itu adalah Feel Koplo. 

Feel Koplo adalah grup musik edm asal Bandung yang terdiri dari Maulfi Ichsan, sebagai master of ceremony (MC) dan Tendi Ahmad, sebagai disc jockey (DJ) (. Feel Koplo lahir di Kota Bandung pada bulan November 2018. Kreativitas yang Feel Koplo lakukan adalah dengan memadukan genre musik dangdut koplo yang seru dan dianggap seronok dengan genre musik elektronik kekinian, yang lengkap dengan permainan musik edgy dari seorang disc jockey (DJ). 

Melihat fenomena unik dari perpaduan dangdut koplo dengan musik elektronik, penulis ingin mengetahui secara jauh lebih dalam, apakah kegiatan konsumsi genre dangdut koplo dengan perpaduan EDM lewat #awasdangdut Feel Koplo dikalangan anak-anak muda sekarang dapat mengangkat harkat dan martabat dangdut koplo, sebagai genre dangdut yang selalu dicap "norak, kampungan, dan seronok" oleh masyarakat?

Feel Koplo dalam Teori Komunikasi

Untuk dapat memahaminya, penulis menggunakan pendekatan sudut pandang teori Kegunaan dan kepuasan serta teori konsumsi dalam spektrum kajian kultural komunikasi sebagai alat untuk menganalisisnya. Menurut West & Turner (2007:423-424), teori kegunaan dan kepuasan adalah teori suatu teori komunikasi yang menekankan pada bagaimana khalayak memenuhi kepuasannya terhadap media komunikasi yang mereka pilih untuk mencapai suatu tujuan. 

Feel Koplo saat manggung di sebuah acara festival busana di daerah Banten | solopos.com

Di sini khalayak dianggap sebagai raja, yang sangat mempengaruhi gerak dari suatu media serta mampu menginterpretasi dan mengintegrasikan isi media sesuai dengan kebutuhan sosialnya. Dalam konteks ini, Feel Koplo adalah pelaku media yang menghasilkan musik dangdut koplo yang diberi sentuhan musik elektro dan distribusikan lewat media sosial mereka, seperti Instagram dan Youtube, berupa musik remix dari sembilan musisi ternama dan dua buah video after party.

Konten-konten mereka di media sosial mengundang cara baru dalam mengintepretasi dan mengintegrasikan sudut pandangan kebaruan terhadap dangdut koplo. Intepretasi dangdut koplo dengan perpaduan EDM yang berhasil digagas oleh Feel Koplo menurut hasil wawancara dengan beberapa penikmat musik elektro dari kalangan mahasiswa justru membuat pandangan soal dangdut koplo berubah dan dianggap menjadi suatu karya seni yang unik dan mampu membuka cakrawala baru dalam seni musik Indonesia.

"Menurut ku ini bentuk akulturasi yang keren, karena yang orang lokal bisa kenal EDM dan orang yang suka edm bisa kenal sama potensi musik lokal", imbuh Rein, host rave party dari sebuah club ternama di Selatan Jakarta.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline