Lihat ke Halaman Asli

TAUFIK HIDAYAT

Love, Bless and Dreams Comes True ❣️

Naik Level, Leo/Daniel Ingin Juara All England

Diperbarui: 8 Februari 2023   23:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Leo/Daniel ketika menjadi juara di Singapura Terbuka 2022 (Foto PBSI/Badminton Indonesia) 

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin semakin terpacu menjadi yang terbaik di turnamen yang akan datang menyusul dua gelar beruntun yang mereka dapatkan di Indonesia Masters (29 Januari) dan Thailand Masters (5 Februari).

Leo Rolly Carnando, pebulutangkis kelahiran Klaten, 29 Juli 2001 mengatakan prestasi itu tidak akan membuat mereka lengah dan cepat puas.


Leo/Daniel dan senior mereka Fajar/Rian (Foto BADMINTON PHOTO via ANTARA) 

"Ya kami mengucap syukur bisa juara di Indonesia Masters dan Thailand Masters. Jadi pacuan kami untuk termotivasi terus. Jangan sampai lengah dan jangan cepat puas," tutur Leo dikutip dari laman ANTARA (8/2/2023).

Gelar tersebut juga turut membawa mereka mengalami kenaikan peringkat BWF. Kini Leo/Daniel masuk 10 besar pada peringkat Federasi Badminton Dunia (BWF) dengan kenaikan 3 tangga. Hal ini menurut Daniel - pasangan main Leo - tidak akan menjadi beban malah menjadi motivasi dan kepercayaan. "Jadi mendapat kepercayaan lebih, justru tanggung jawabnya lebih buat kami."


Leo/Daniel menjadi ganda putra Indonesia terbaik ketiga di dunia (Foto PBSI/Badminton Indonesia) 

Menurut Leo, prestasi mereka saat ini belum ada apa-apanya karena masih ada turnamen besar yang lebih prestisius seperti All England yang belum didapatkan.

Pada turnamen All England yang diadakan 14-19 Maret 2023, Leo/Daniel juga dikirimkan bersama 5 ganda putra lainnya. Indonesia menjadi negara paling banyak mengirimkan wakil ganda putra di All England dengan 6 wakil.


Leo/Daniel mengaku belum terlalu bersinar (Foto PBSI/Badminton Indonesia) 

"Pencapaian ini belum bisa dibilang bersinar," kata Leo, "Masih ada event-event yang lebih besar, lebih prestisius. Seperti All England itu kan belum dapat, jadi menurut saya ini belum ada apa-apanya."

Ayah Leo, Trio Efendi mengatakan anaknya menyukai bulutangkis tanpa paksaan. Leo kecil bahkan tidur dengan raket di bawah bantal (Foto kompas.com) 

Leo secara implisit mengatakan ia ingin menjadi juara di level yang lebih tinggi sekelas All England. Tahun 2022, di All England perdana mereka, The Babies terhenti di babak 8 besar. Ketika itu meski mereka menang di game satu dengan skor 21-15. Leo/Daniel kemudian tergelincir di dua game selanjutnya 16-21 14-21 oleh ganda putra China, He Ji Ting/Tan Qiang dalam waktu 51 menit.

"Ya kalau target karena sekarang sudah bisa juara ya pasti ingin juara lagi," kata Leo yang telah menyukai badminton sejak berusia 1,5 tahun.


Naik daun tidak menjadikan Leo/Daniel tinggi hati (Foto PBSI/Badminton Indonesia) 



"Tapi kami lihat juga nanti di sana bagaimana, kami juga persiapan dulu," sambung Leo. Menurutnya waktu masih lama yakni satu bulan lagi. "Jadi kami matangkan dulu di sini, nanti waktu pertandingan kami step-by-step saja," kata Leo penuh harap.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline