Lihat ke Halaman Asli

Sukarja

Pemulung Kata

Lebih Sehat Sehari dengan Matinya Listrik dan Hilangnya Koneksi Internet!

Diperbarui: 7 Agustus 2019   04:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrsi Foto Belajar ditemai nyla lilin/ sumber: Republika.co.id

Siapa yang tak kecewa dengan matinya listrik dan hilangnya koneksi internet pada  Minggu 4 Agustus 2019 kemarin? Tentu saja, banyak yang kecewa, dan mungkin secara membabi buta mereka menyalahkan PLN, atau bahkan tak tanggung-tanggung yang belum move-on dengan hasil Pilpres kemarin akan menyalahkan Presiden Jokowi.

Rasa kecewa  itu tak lain, karena kita sepertinya tak bisa hidup tanpa adanya listrik dan juga koneksi internet. Tanpa kita sadari, ternyata saat ini kita sudah menjadi bagian dari kemajuan dunia, dimana listrik dan koneksi internet menjadi bagian yang tak bisa terpisahkan dari hidup kita.

Namun kita juga lupa. Dahulu, ketika listrik dan koneksi internet belum ada, kehidupan sosial kita baik-baik saja. Kita bisa melakukan segalanya tanpa harus bergantung sepenuhnya dengan listrik dan juga koneksi internet. 

Silaturahmi kita dengan tetangga pun, bisa berjalan lebih baik. Ketika sudah ada smartphone, justru membuat kita lebih jarang bertemu langsung.

Perlu diakui, kehidupan di dalam bermasyarakat berjalan lebih baik. Tidak seperti saat ini, kemajuan teknologi justru membuat kita lebih mudah tersulut emosi, kebebasan berpendapat di sosial media  terkadang membuat kita jadi semakin terpolarisasi, saling membenci.

Sudahkah kita menyelami momen matinya listrik dan koneksi internet dalam ruang berpikir yang positif, sehingga tidak semuanya justru dipandang secara negatif. Jika kita mau sedikit berpikir, maka kita akan menemukan hikmah di balik matinya listrik dan koneksi internet.

Apa sajakah itu?

Pertama, kita bisa semakin dekat dengan keluarga. Matinya listrik tentu saja sangat membosankan, terlebih lagi jika tak ada yang harus dikerjakan. Namun, tentu saja ada yang berbeda. Di hari libur, biasanya setiap anggota keluarga disibukkan dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang asyik menonton teve, main game, atau bahkan menyendiri dengan ponselnya.

Momen pemadaman listrik dan putusnya koneksi internet, ternyata  bisa dimanfaatkan untuk berkumpul bersama, saling curhat dan sharing pendapat, dan semua itu bisa dilakukan tanpa diganggu oleh  suar teve atau dering ponsel. 

Kedua, kita semua juga bisa hidup lebih sehat. Dengan matinya listrik, tentu saja aktivitas masyarakat dalam menggunakan alat-alat elektronik yang mengeluarkan gas karbon,seperti pendingin udara (AC), lemari es, atau hair dryer terhenti untuk sementara. 

Selain itu, kita pun bisa terhindar dari paparan radiasi alat-alat elektronik yang kita gunakan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline