Lihat ke Halaman Asli

Gunung Tambora Banyak Keindahan yang Dasyat

Diperbarui: 15 Oktober 2015   20:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Penjelajah wisata kali ini yang terakhir di kunjungin tim Jelajah Bumi Pertiwi Negeri Sejuta Pulau Nusantara, tim berlanjut mengarah perjalanannya menuju NTB (Nusa Tenggara Barat). Kali ini tim harus melalui jalur laut dari Bali menuju NTB dengan menempuh jam perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam dengan menggunakan kapal cepat, dan berlabuh tepat di Lombok.

Sepanjang perjalanan tim disuguhi berbagai keindahan bentangan laut yang biru meluas membentang diantara jarak Bali menuju NTB. Dan sayang saat itu penulis sempat mengalami demam laut, untungnya tim Jelajah Bumi Pertiwi Negeri Sejuta Pulau Nusantara sudah menyiapkan jauh-jauh hari adanya tim khusus medis. Dan penulis bersama beberapa anggota tim Jelajah Bumi Pertiwi Negeri Sejuta Pulau Nusantara yang demam laut dapat diatasi.

Sesampainya di NTB tepatnya berlabuh di salah satu pelabuhan terramai di Lombok, tim Jelajah Bumi Pertiwi Negeri Sejuta Pulau Nusantara langsung menuju penginapan terdekat. Satu hari penuh tim beristirahat sambil mempersiapkan persiapan progres kerja menuju penjelajahan Indahnya Puncak Gunung Tambora.

Kali ini tim Jelajah Bumi Pertiwi Negeri Sejuta Pulau Nusantara wajib mengarungi kemegahan juga unikkan Gunung Tambora yang menjadi kebanggaan masyarakat NTB.

Singkat cerita dalam fakta yang berhasil dirangkum tim Jelajah Bumi Pertiwi Negeri Sejuta Pulau Nusantara dalam penjelajahannya di Tambora NTB, tim Jelajah Bumi Pertiwi Negeri Sejuta Pulau Nusantara memulai perjalanannya menyusuri desa-desa di sekitar Gunung Tambora.

Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Provinsi NTB kerap menarik perhatian setiap orang untuk berkunjung ke sana, tidak hanya karena keindahan hutan dan misteri gunungnya, namun juga sejumlah potensi di wilayah itu seperti hasil perikanan dan pertanian, situs geologi menjadi magnet bagi warga luar.

Ada dua alternatif jika ingin ke ibukota Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, setelah tiba desa Soriutu Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu pengendara bisa melanjutkan perjalanan melalui Kecamatan Pekat. Jika melalui jalur tersebut, pasti akan melewati desa Nanga Miro Kabupaten Dompu, sedangkan jalur alternatif lain akan melalui sejumlah desa di Kecamatan Sanggar seperti Taloko, Sandue, Kore, dan Piong.

Jika menempuh perjalanan jauh misalnya menuju ibukota Kabupaten Bima, Dompu atau sebaliknya menuju Kecamatan Tambora, bila tidak membawa bekal makanan, warga setempat atau pendatang biasanya akan mampir di warung makan di desa Oi Hodo Dompu.

Tidak saja sekadar karena kebutuhan mengisi perut, keindahan pantai mata air tawar di bibir pantai selalu menarik perhatian dan menjadi penawar letih pengendara untuk sementara. Sebagian orang menyebut, tidak afdol ke Tambora bila belum mampir dan menikmati pemandangan di desa tersebut.

Dari pusat Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu hingga menuju desa Oi Hodo, pengendara akan menempuh medan bergelombang penuh batu dan kerikil hingga 90 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 3,5 jam. Untuk sampai di Kecamatan Pekat, pengendara harus menempuh perjalanan hingga tiga jam atau lebihkurang 85 kilometer.

Setelah semuanya selesai dilalui tim dengan mendapatkan banyak keramahan masyarakat di sana, tim Jelajah Bumi Pertiwi Negeri Sejuta Pulau Nusantara dengan di dampingin beberapa orang pemandu berpengalaman warga asli, tim bergegas menuju kemegahan Gunung Tambora.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline