Lihat ke Halaman Asli

Syahrul Chelsky

TERVERIFIKASI

Roman Poetican

Cerpen | Aku, Kamu dan Beda pada Hati yang Sama

Diperbarui: 5 Februari 2018   20:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seperti yang pernah kubisikan di telingamu, "aku lebih suka hatimu ketimbang hidungmu yang mancung itu."

"Tapi bukankah kamu pernah bilang, bahwa alasan kamu menyukaiku adalah karena hidungku yang mancung ini?" sahutmu.

"Tidak, itu bukan cinta, melainkan nafsu"

"Jadi kamu membohongiku?"

"Tidak juga."

"Maksud kamu?" Tanyamu semakin penasaran.

"Aku menyukai hatimu di atas semua laki-laki lain yang pernah memuja fisikmu, pada awalnya aku menyukaimu karena nafsu sebelum aku menyadari kesementaraan cantik parasmu. Maksudku aku jatuh cinta pada apa yang ada di dalam sini, tanpa mengurangi kadarnya sewaktu nanti kita menua bersama. Wajahmu akan keriput, akan ada garis-garis kecil di sekitaran mulut dan hidungmu, tulangmu akan merenta. Namun jika yang kucintai adalah hatimu, maka cintaku akan abadi."

Kamu terhenyak dan menatap mataku dengan pekat, bodohnya aku karena masih canggung ketika melihatmu dari dekat. Perbincangan sederhana di sore yang dingin itu terasa hangat dengan dua buah cangkir kopi pahit favoritmu serta roti isi yang kutelan bulat-bulat. Berada di sampingmu benar-benar membuatku sekarat.

Aku sempat ragu akan kusambung dari mana pembicaraan kita itu, hingga kuberanikan membuka suara untuk kesekian kalinya, meski dengan tutur yang terbata.

"Di hadapanmu aku adalah orang paling skeptis di dunia," bukaku lagi.

"Mengapa demikian?" sahutmu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline