Lihat ke Halaman Asli

Syahrani

Baiknya segera memulai. Berhenti berandai-andai.

Biar Banyak Asal Ikhlas

Diperbarui: 25 Februari 2023   07:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lyfe. Sumber ilustrasi: FREEPIK/8photo

"Sedekah koq dipaksa?"

Gapapa.

"Ntar nggak ikhlas."

Lama-lama juga ikhlas.

Lucunya, banyak orang yang mengungkit-ungkit keikhlasan ini ketika membahas tentang sedekah, padahal semua ibadah, semua amal kebaikan itu, muaranya adalah ikhlas. Sholat, puasa, dll juga harus ikhlas khan? Tidak hanya sedekah khan?

Nah, kapan kita bisa ikhlas?

Pernah liat petugas kebersihan yang dengan nikmatnya makan nasi bungkus di atas truk sampah? Koq bisa, sementara di sekelilingnya penuh tumpukan sampah yang berbau tidak sedap. Apa tidak (maaf) jijik?

Jawabannya karena mereka sudah terbiasa.

Awalnya 'dipaksa' keadaan. Kesehariannya bergelut dengan sampah. Di TPS, di dalam truk, hingga di tempat pembuangan akhir, selalu dikelilingi oleh sampah. Mau tidak mau, harus 'bersahabat' dengan sampah.

Ketika baru bekerja sebagai petugas kebersihan, tentu saja makanan apapun menjadi tidak enak ketika berada ditumpukan sampah, perut terasa mules, bahkan bisa muntah.

Keterpaksaan yang terus-menerus diulang-ulang, akan berubah menjadi hal yang biasa.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline