Lihat ke Halaman Asli

Suryadi Maswatu

Kita sama, kita satu, kita indonesia

Pahlawan Kesiangan Mencari Citra di Musim Pilkada

Diperbarui: 10 November 2020   19:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Pahlawan Kesiangan Mencari Citra di Musim Pilkada

Suryadi Maswatu (Wartawan)

TUTURAN bijak mengatakan, setiap negara akan selalu melahirkan pahlawan pada setiap zamannya. Karena itu, setiap bangsa pada setiap zamannya butuh sosok pahlawan.

Nasionalisme tidak bisa berbunga jika tidak tumbuh di taman internasionalisme. Jasamu selalu kami kenang, perjuanganmu kami lanjutkan.

Dari rentetan perjalanan sejarah babgsa Indonesia juga telah melahirkan banyak sekali pahlawan dari zaman ke zaman. Sebagian dari pahlawan-pahlawan itu bahkan tak hanya lahir dari perut Bumi Pertiwi, tapi juga menjadi pelaku utama dalam proses kelahiran Republik ini.

Hanya saja, setiap tahun bangsa ini memperingati hari Pahlawan dengan segala seremonialnya. Setiap tahun pula selalu ada sejumlah nama yang diajukan dan kemudian diangkat menjadi pahlawan nasional. Namun, sepertinya Republik ini lebih senang dan gemar mementingkan bungkusanya daripada isi.

Maka, jangan pernah melupakan sejarah, karena kita bisa hidup sekarang ini tak luput karena hadirnya sejarah. Cellakanya, ketika moral generasi masa depan hancur maka tunggulah kehancuran generasi penerus bangsa.

Kini masuk musim pilkada. Saat-saat menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), seperti sekarang ini merupakan waktu yang tepat bagi kandidat, partai politik, dan semua petualang politik untuk mencari muka di hadapan rakyat.

Apa pun yang menyentuh kepentingan rakyat sedapat mungkin dijadikan panggung untuk menuai simpati. Apalagi hari pahlawan, cakada bak pahlawan kesingan bergelirya untuk mencari citra.

Pahlawan kesiangan merupakan sebutan bagi seseorang yang baru saja mau memulai perjuangan setelah masa peperangan (Seperti kandidat saat sekarang). Ini menunjukkan bahwa perjuanganya sia-sia, tak ada gunanya lagi.

Pilkada 9 Desember, kandidat dan parpol bakal terus mencari panggung demi mendongkrak citra. Rakyat pun mesti bersiap menyaksikan drama-drama miris lain di sisa waktu sebelum pemilu digelar. Namun, kita percaya rakyat semakin pintar, tak akan mudah terharu dengan politik pencitraan para pahlawan kesiangan itu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline