Lihat ke Halaman Asli

Sulasmi Kisman

Warga Ternate, Maluku Utara

Puisi | Manusia dan Bom Amarah

Diperbarui: 15 Mei 2018   08:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Manusia rajin menghamba

Manusia rajin menebar kebaikan

Kadang tangan di atas

Kadang seyum menyengir seolah peri-peri penyelamat

Tetapi seketika, kemarahan dan kebencian menggerogoti jiwa

Kemarahan dan kebencian terkadang menjadikan manusia-manusia puas, alih-alih luka mengering tak tinggal bekas

Tak sadar, keduanya seperti terali: mencengkram kita dalam jeruji-jeruji kesakitan

Perih....

Masa depan yang terbentang menjadi kian sempit akibat sumpah serapah yang berlebihan

Manusia-manusia mengharapkan karma menggilas siapa saja yang menyayat hati

Manusia-manusia bermunajat agar petaka segera meniadakan kehidupan

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline