Lihat ke Halaman Asli

Ari Sony

TERVERIFIKASI

Bung Arson, Pengamat dan Pemerhati Olahraga Khususnya Sepakbola

PTM Dimulai Bisa Mendorong Bangkitnya Roda Ekonomi Rakyat

Diperbarui: 6 September 2021   07:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi sekolah tatap muka. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG/via kompas.com)

Sejumlah daerah yang masuk ke dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3 mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Kebijakan ini tentunya disambut gembira oleh orangtua dan siswa yang sudah lama sekali jenuh harus belajar melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.

Efektif mulai tanggal 30 Agustus 2021 sebagian sekolah yang masuk di wilayah level 1-3, mulai melaksanakan PTM secara terbatas.

Kegembiraan juga dirasakan oleh para pedagang atau pengusaha yang berkaitan langsung dengan sektor pendidikan. Para pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang terdampak dengan adanya wabah pandemi Covid-19.

PJJ yang telah lama dilakukan di dunia pendidikan membuat sektor ekonomi yang berkaitan langsung dengan sektor pendidikan merasakan dampak secara ekonomi.

Kabar gembira, tentang dimulainya PTM secara terbatas akan membangkitkan roda ekonomi rakyat melalui sektor UMKM yang berkaitan langsung dengan sektor Pendidikan.

Mulai dari pedagang jajanan di sekolah, kantin sekolah, sektor transpotasi, sektor kesehatan, sektor perdagangan, sektor industri pembuatan seragam sekolah, sektor jasa potong rambut, jasa penitipan sepeda motor, sektor pendidikan swasta, sektor jasa penyewaan kost-kostan, dan sektor percetakan jasa fotokopi.

Sejak pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia sekitar pertengahan Maret 2020, membuat semua sekolah harus melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau dilakukan secara daring. Hal ini membuat sektor-sektor di atas mengalami penurunan pendapatan yang sangat tajam.

Adanya kebijakan PJJ dari pemerintah, memberikan dampak keuntungan finansial untuk beberapa sektor usaha saja, contohnya bagi penjualan paket kartu perdana, provider pemakaian wifi dirumah dan adanya pembelian HP baru untuk kegiatan belajar anak di sekolah.

Angka lonjakan Covid-19 yang terjadi di Indonesia, membuat pemerintah pusat tidak berani membuat aturan atau kebijakan untuk melaksanakan PTM. Memasuki periode bulan Juni 2021, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia kembali mengalami peningkatan. Setelah tanggal 20 Juni 2021 tren harian yang mengalami kasus positif Covid-19 mencapai diatas 10 ribu kasus positif.

Data per tanggal 30 Juni 2021, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.178.272 kasus, dinyatakan sembuh ada 1.880.413 orang, kasus yang meninggal 58.491 orang. Sedangkan kasus harian yang terpapar positif Covid-19 ada 21.807 orang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline