Lihat ke Halaman Asli

Slamet Arsa Wijaya

Tak neko-neko dan semangat. Sangat menyukai puisi dan karya sastra lainnya. Kegiatan lain membaca dan menulis, nonton wayang kulit, main gamelan dan menyukai tembang-tembang tradisi, khususnya tembang Jawa.

Elegi Kota Tua Suatu Malam

Diperbarui: 24 Juni 2022   06:33

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salah satu sudut Kota Tua malam hari. Rukita.com 

Tatkala mata dipejamkan remang baluri langit raya

Gelombang ceria manjakan relungrelung semesta

Rembulan berjalan kesepian dirayu mega-mega

Secarik rindu sebuah nama di kanvas biru dibacanya

Kota tua membisu dalam misteri dari berjuta catatan

Hanya suguhkan lengang saat kubawakan deru kerinduan

Rona lampu menyapa, gerimis kecil umpat kegelisahan

Hingga larut tiba tanpa sepatah kata kau lontarkan

Stasiun kota bagai tak ada sisa sepotong pun senyuman

Ikut membisu berbalut sunyi meski cahaya berpendaran

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline