Lihat ke Halaman Asli

Siti Masriatul Khoiriah

masih belajar dengan menambah pengalaman

Hanya Sebatas Angan Belaka

Diperbarui: 19 Oktober 2020   17:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ini kah (lamilux.com )

Aku ingin seperti mereka

Aku  harus seperti mereka

Aku harus giat belajar menggali ilmu pegetahuan tentang itu agar aku bisa mencapai apa yang aku inginkan

Namun itu hanyalah angan belaka.

Di masa kita masih duduk di bangku SMP atau pun SMA pasti dari kita semua memiliki angan atau mimpi yang ber ubah ubah tak banyak dari kalangan anak anak tersebut bisa mempuyai mimpi sendari kecil dan dan nanti besarnya akan sesuai dari apa yang di impikannya.

Kebanyakan yang saya temui atau yang saya ketahui dari kebanyakan orang itu mala melenceng atau belok dari apa yang di impikan itu, hambatannya pun bermacam macam ada yang karena keterbatasan fisik, ekonomi, IQ dan ada juga yang di batasi oleh orang tua atau keluarganya yang mengakibatkan kita tidak bisa mencapai apa yang telah kita impikan.

Seperti halnya saya sendiri , dulu  ketika saya duduk di bangku SMP saya ingin sekali menjadi polwan, saya tau itu hal yang sangat mustahil bagi saya namun namanya bermimpi ya suka suka aja dan di saat itu pun saya tidak berfikiran mau jadi ini jadi itu, yang terlintas di fikiran ya cuman Polwan gitu saja, dengan berjalannya waktu apa yang saya inginkan di masah smp itu memudar dan berganti lah apa yang saya impikan, dan pada akhirnya saya bersih keras ingin sekali menjadi seorang jaksa, ya intinya saya ingin membawa diri saya ke sesuatu yang berbau tentang hukum hukum dan sejenisnya, mulai dari itu saya selalu tekun dan selalu menyukai pelajaran pelajaran yang berbau tentang hokum dan sejenisnya, mungkin dari beberapa kalian ada yang sama seperti saya atau mungkin hanya saya yang mengalami seperti ini, namun ketika saya sudah mendekati masa dimana saya di hadapkan dengan persoalan yang besar dimana di situ akan menentukan jalan hidup atau pun kariri saya kedepannya yaitu memilih kampus dan jurusan yang akan di tempuh selanjutnya, di situ saya yakin saya akan memilih kapus bla ... bla.. bla... dan jurusan bla.. bla.. bla.. itu sudah saya fikirkan matang matang tapi alhasil semua yang saya inginkan yang saya bayangkan seketika hilang, hancur, dan entah kemana di saat orang tua saya tidak membolehkan saya kuliah di jurusan yang berbau hukum -- hukum akhirnya dari situ lah saya pasrah dengan takdir yang saya alami dan saya tidak bisa berbuat apa apa hanya bisa menuruti apa yang di inginkan orang tua saya.

Banyak juga hambatan orang -- orang tidak bisa menggapai apa yang di inginkan karena IQ yang di milikinya, oleh karena itu guru atau pun orang tua itu perlu mengetahui bahwasannya kecerdasan yang di miliki oleh anak itu di pengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya yaitu faktor genetic dengan jumlah 40% sampai 80% dan faktor yang lainnya itu di pengaruhi oleh stimulus pendidikan, latihan pada diri anak dan adanya faktor lingkungan tempat si anak tinggal.

Ada tiga jenis kecerdasan pada anak yang sering sekali di gunakan dalam dunia pesikologi yaitu :

  • Intelligence Quotient (IQ)  : Kecerdasan individu yang ada hubungannya dengan aspek kognitif anak
  • Emotional Quotient (EQ) : Kemampuan mengontrol dan menggunakan emosi, kemampuan beradaptasi dan bersosialisasi dan kemampuan bekerjasama.
  • Spiritual Quotient (SQ) : Penafsiran makna yang luas terhadap suatu hal.

Sebagai tenaga pendidik atau orang tua kita harus tau dan harus memantau tingkat kecerdasan anak, kecerdasan anak yang sesuai dengan masing -- masing bidang itu akan memancing keluarnya bakat pada anak tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline