Lihat ke Halaman Asli

SERI WAHYUNI

Selalu Bersyukur

Mengenal Lebih Dekat Hipertrofik Scar dan Keloid

Diperbarui: 24 Februari 2021   10:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Bissmillahirohmannirhim..

Assallamuallaikum warahmatullahi wabarokatuh

Hi, pembaca yang budiman disini kita akan membahas bagaimana membedakan keloid dengan hipertrofik, untuk mengetahui hal tersebut, Yuk simak penjelasannya!

Siapa yang tak ingin mempunyai wajah yang cantik, indah, mempesona bening seperti mutiara? Setiap wanita pasti menginginkannya. Apalagi di era sekarang semuanya lebih mementingkan penampilan atau fisik yang menarik. Bahkan di beberapa perusahaan atau lowongan pekerjaan mencari yang good looking pada point' syaratnya. Tentu saja ini meresahkan para kaum hawa, dan tak heran jika banyak wanita di luar sana yang menghabiskan banyak uang agar supaya terlihat cantik.

Namun pada kenyataannya tidak semua orang beruntung memiliki wajah yang di yang sempurna karena memang setiap kita mempunyai tipe kulit yang berbeda dan mempunyai sejumlah perbedaan pula dalam merawatnya. Apalagi tipe kulit yang sensitif, berjerawat, berminyak, lembab, dan sebagainya.

Dengan tipe kulit yang berbeda inilah timbul berbagai berbagai permasalahan kulit salah satunya jerawat. Jerawat ketika penanganan nya tidak pas pada tipe kulit tertentu ini akan menjadi masalah yang begitu besar. Apa saja masalah nya? Salah satunya yaitu Hipertrofik.

Hipertrofik merupakan penyembuhan luka atau pun jaringan parut yang melebihi dari ketinggian yang seharusnya. Jadi ketika luka pada jerawat yang biasanya menjadi cekung atau disebut sebagai bopeng  beda hal dengan  hipertofik ini dia malah menjadi cembung naik keatas sesuai dengan besar luka awalnya tadi. Dan hal ini sering kali terjadi pada wajah area hidung dan juga dibawah dagu.

Bentuk hipertofik terkadang mirip seperti jerawat atau pun komedo. Tapi sebenarnya bukan, jerawat dan komedo ketika dipencet maka dia akan mengeluarkan sesuatu sedangkan hipertrofik ini dia tidak akan mengeluarkan apa- apa karena itu adalah daging yang menonjol.

Kalau begitu apa bedanya hipertropik dengan keloid? Hampir sama Ganasnya namun bedanya kalau keloid ini adalah penyembuhan luka yang kebablasan yang lebih menonjol dan lebih besar dari luka awalnya. Jadi keloid ini cembung nya lebih parah dari pada hipertrofik, kalau hipertrofik cembung nya sesuai dengan luka awal, kalau keloid dia lebih besar lebih tinggi dan lebih menonjol dari luka awalnya. Dan biasanya keloid ini terjadi pada area wajah bagian rahang.

Untuk bentuk keloid itu dia seperti luka jerawat besar yang narik kulit, warnanya merah agak kecoklatan sedangkan warna untuk  hipertrofik itu Sama seperti warna kulit. 

Untuk penyembuhan kedua masalah ini sama - sama sulit sekali, kalau untuk hipertrofik biasanya dilaser dibakar benjolannya,  namun setelah sembuh dia akan tumbuh kembali. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline