Lihat ke Halaman Asli

Septian Ananggadipa

TERVERIFIKASI

So let man observed from what he created

Apa itu Tapering dan Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?

Diperbarui: 28 Maret 2022   21:29

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Federal Reserve Bank of New York.| Sumber Foto: Shutterstock via Kompas.com

Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir 2 tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda usai. Memberi dampak yang masif mulai dari kesehatan, gaya hidup, hingga ekonomi.

Hampir tidak ada negara yang benar-benar siap menghadapi pandemi Covid-19, bahkan negara superpower Amerika Serikat (AS), China, dan negara-negara Eropa sekalipun.

Pertumbuhan ekonomi dalam sekejap menjadi tiarap. Memaksa berbagai negara mengeluarkan segala "jurus" stimulus agar dunia dapat bertahan dari hantaman krisis multidimensi.

Termasuk Indonesia, pertumbuhan ekonomi sempat anjlok minus cukup dalam 5,32% di kuartal II tahun 2020. Dengan segala daya, kita mampu rebound menjadi positif 3.51% pada periode kuartal III tahun 2021.

Kini kondisi ekonomi global terlihat mulai stabil, sehingga beberapa negara mulai menjajaki pengurangan stimulus. Salah satu yang paling dicermati pelaku pasar tentu adalah pengurangan stimulus ekonomi AS atau disebut tapering off.

Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia, tapering off akan memberi dampak yang sangat luas. Lalu, seberapa penting sih isu tapering off akan memengaruhi perjalanan ekonomi Indonesia di tahun ini?

Angin Panas Tapering

Pandemi Covid-19 kali ini memang menjadi "musuh" yang tidak terlihat dan sulit diperhitungkan. Sehingga berbagai negara melakukan segala cara untuk menanganinya.

Termasuk Amerika Serikat (AS) yang gencar mengeluarkan bermacam kebijakan untuk mempertahankan perekonominya, salah satunya adalah pelonggaran kuantitatif atau Quantitative Easing (QE).

Secara sederhana, QE adalah kebijakan moneter untuk meningkatkan uang beredar di masyarakat. Salah satu aksi yang dilakukan Federal Reserve atau The Fed sering disebut juga "printing money" yaitu membeli aset-aset keuangan seperti Surat Berharga Negara AS (US Treasury) maupun surat utang korporasi yang dimiliki masyarakat atau perusahaan, secara masif dan berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline