Lihat ke Halaman Asli

Satria Adhika Nur Ilham

TERVERIFIKASI

Freelancer

Review Pearl, Horor Slasher yang Berhasil Mengguncang Psikologis Penontonnya

Diperbarui: 19 November 2022   14:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pearl, sumber foto : A24

A24 memang tak habis-habisnya memproduksi film-film yang out of the box. Berbagai genre yang dihadirkan, mulai dari horor, thriller, dan genre lainnya, membuat A24 dikenal sebagai rumah produksi yang menghasilkan film bermutu.

Setelah sebelumnya sukses dengan beberapa film layaknya Hereditary, Midsommar, juga ditambah dengan film Everything Everywhere All at Once yang meraih banyak pujian dikarenakan ceritanya yang luar biasa kreatif. Kini, A24 memproduksi film horor slasher terbaru, Pearl judulnya.

Pearl merupakan film yang ditulis oleh Mia Goth dan Ti West, dan disutradarai oleh Ti West. Naskah yang mereka buat ternyata tak main-main, berhasil membuat Pearl menjadi film horor slasher yang mampu mengguncang sisi psikologis penontonnya.


Pearl berlatar tahun 1918, di mana perang dunia I sedang berlangsung. Bercerita tentang Pearl (Mia Goth) yang bermimpi menjadi penari hebat yang bisa tampil di atas panggung. Ia sering diam-diam menari di rumahnya, juga di peternakannya. Terkadang, ia menganggap hewan ternak tersebut sebagai penontonnya.

Suaminya, Howard (Alistair Sewell) pergi meninggalkan Pearl untuk berperang. Pearl sebetulnya benci ditinggalkan, dan membuatnya terpaksa menetap bersama keluarganya dan mengurus peternakan.

Namun sayangnya, ia hidup di keluarga yang strict. Pearl tidak dibolehkan ke luar rumah terkecuali hanya untuk membeli obat ayahnya. 

Ibunya, Ruth melarangnya menari, apalagi mengikuti audisi untuk menjadi penari terkenal. Di sisi lain, ayahnya juga lumpuh, yang membuat Pearl harus merawat ayahnya setiap hari.

Salah satu penyebabnya juga dikarenakan pada masa itu, virus flu spanyol menyebar luas, dan membuat Ruth khawatir jika anaknya tertular. 

Hidup dengan tekanan membuat Pearl menjadi terobsesi untuk bisa bebas dari semua kekangan yang ada. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline