Lihat ke Halaman Asli

Reno Dwiheryana

TERVERIFIKASI

Blogger/Content Creator

Perihal Pelajar Hina Palestina, Apa Musti Dikeluarkan dari Sekolahnya?

Diperbarui: 19 Mei 2021   10:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi Palestina (Kompas)

Sebagaimana dikutip dari Kompas.com. MS, siswi SMA di Bengkulu yang videonya viral hina Palestina dikeluarkan dari sekolah.

Berdasarkan hasil rapat internal yang telah dilakukan oleh Dinas Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Benteng dengan pihak sekolah, maka MS dikembalikan ke orangtuanya untuk dibina.

"Keputusan ini kita ambil karena memang pihak sekolah sudah melakukan pendataan terhadap tata tertib poin pelanggaran MS. Dari data poin tata tertib tersebut diketahui kalau MS, poin tata tertib MS sudah melampaui dari ketentuan yang ada," kata Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, dikutip dari Antara, Selasa (18/5/2021).

Sudah jatuh tertimpa tangga, kiranya pepatah tersebut tepat disandingkan dengan nasib siswi MS. Akibat ulahnya mengunggah konten di TikTok berisikan kalimat tidak elok yang ditujukan kepada Palestina, MS harus berurusan dengan aparat berwajib dan kini ia harus menanggung nasib dikeluarkan dari sekolahnya.

Seperti diketahui urusan konten tidak elok MS sebetulnya telah usai. Dari hasil pertemuan yang melibatkan orangtua, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat setempat, MS menyatakan permintaan maaf dan mengaku menyesali perbuatannya.

Kepala Kepolisian Resort Bengkulu Tengah AKBP Ary Baroto mengatakan, untuk perkara proses hukum MS sudah selesai dan tidak dilanjutkan. Ia menjelaskan bahwa dalam mediasi dan rapat yang telah dilakukan, pihaknya berhasil menemukan titik tengah yaitu MS telah dimaafkan.

Pertanyaannya jikalau kasusnya dianggap selesai, lalu MS sebagai pelaku sudah meminta maaf dan dimaafkan, lantas mengapa MS sampai harus dikeluarkan dari sekolah?

Kita bersama ketahui memang sampai detik ini konflik Israel dan Palestina sedang berlangsung akibat konflik perebutan wilayah kekuasaan. Kedua pihak saling serang dimana pejuang Palestina melancarkan serangan roket ke wilayah Israel, sedangkan pihak Israel menyerang balik dengan membombardir wilayah Palestina.

Korban berjatuhan tak bisa dihindarkan oleh kedua belah pihak dimana didominasi oleh warga Palestina. Tercatat 220 korban tewas dikarenakan konflik tersebut, 58 diantaranya anak-anak.

Konflik Israel dan Palestina ini menjadi perhatian dan menarik simpati dunia, tak terkecuali di Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengambil sikap dengan mendukung perjuangan rakyat Palestina dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah nyata terhadap pelangggaran yang terus dilakukan Israel.

Namun dibalik mayoritas dukungan dan simpati terhadap derita yang dialami oleh rakyat Palestina, tak sedikit pihak justru mencari sensasi dengan berbuat masalah di medsos dengan cara menghina Palestina seperti apa yang siswi MS lakukan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline