Lihat ke Halaman Asli

Reno Dwiheryana

TERVERIFIKASI

Blogger/Content Creator

Dilema Pendidikan di Saat Indonesia Diserbu Produsen Teknologi

Diperbarui: 15 Juli 2020   16:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi Orang tua murid (Kompas)

Sebagaimana diinformasikan Tahun Ajaran Baru para anak didik sekolah baik dari tingkat dasar sampai atas telah dimulai pada hari Senin (13/7/2020). Akan tetapi segudang pertanyaan muncul diakibatkan masih berlangsungnya pandemi Covid-19 hingga kini yang menimbulkan keresahan bagi para orang tua murid.

Tak sedikit mereka mempertanyakan akan seperti apa wujud pendidikan di Indonesia saat pandemi dan bagaimana efektifitas kegiatan belajar mengajar yang diterapkan.

Seperti kita ketahui saat Covid-19 menjadi pandemi di seluruh Indonesia maka pemerintah melalui Kemendikbud menerapkan pembelajaran jarak jauh, yaitu metode pembelajaran via daring dengan memanfaatkan teknologi komunikasi.

Dalam cakupannya, para murid menggunakan perangkat teknologi seperti smartphone maupun laptop untuk dapat mengikuti proses kegiatan belajar yang dipandu oleh Guru.

Namun kembali sebagaimana pernah Penulis sampaikan dalam artikel "Mas Nadiem Negeri ini Belum Siap Pendidikan Jarak Jauh" bahwasanya metode pembelajaran daring memiliki kendala maupun tantangannya tersendiri, seperti faktor geografis Indonesia menyangkut infrastruktur teknologi belum semuanya memadai, faktor gagap teknologi karena pemanfaatan teknologi untuk ranah pendidikan masih sangat minim, serta faktor ekonomi dimana untuk orang tua murid kalangan tidak mampu pemenuhan perangkat serta biaya yang dikeluarkan (kuota internet) jelas akan semakin memberatkan hidup mereka.

Seiring metode pembelajaran jauh tetap diterapkan, efisiensi metode ini turut jadi perdebatan diantara para orang tua murid. Secara tidak langsung ketidakhadiran para Guru atau proses belajar mengajar tanpa tatap muka ini disanksikan apakah murid dapat menangkap ilmu dengan baik selayaknya mereka hadir ke sekolah.

Permasalahan diatas ini tentu menjadi sebuah dilema bagi ranah pendidikan di Indonesia. Seandainya memaksakan para murid untuk masuk sekolah merujuk tingginya kasus positif Coronavirus di beberapa wilayah tanah air jelas bukanlah sebuah opsi maupun solusi. Maka akan seperti apa keberlanjutannya disaat belum ada kepastian kapan pandemi Covid-19 ini berakhir?

Kemudian sampai detik ini pula Penulis pribadi melihat belum adanya langkah konkrit dari pemerintah prihal pemenuhan perangkat untuk kegiatan belajar (via daring) khususnya bagi kalangan murid tidak mampu.

Padahal bilamana kita seksama perhatikan, total berapa banyak produsen teknologi yang nimbrung di Indonesia? Berapa banyak total penjualan perangkat oleh produsen setiap tahunnya?

Lantas kenapa pemerintah apakah itu dari Kominfo, Kemenperin, maupun Kemendikbud tidak mengupayakan mengikutsertakan produsen teknologi untuk mengurangi gap dari permasalahan akan ketersediaan perangkat untuk memfasilitasi metode pembelajaran jarak jauh?

Apakah ide ini belum dipikirkan ataukah sudah dipikirkan tetapi belum dilaksanakan maka tentu menjadi sebuah ironi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline