Lihat ke Halaman Asli

Selamat Datang di Ujian Sesungguhnya, Timnas Garuda U-22

Diperbarui: 27 Februari 2019   23:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bola. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Keberhasilan menjadi juara Piala AFF U-22 di Kamboja kemarin (26 Feb) memang sangat membanggakan. Selain menjadi peneduh di kala keringnya prestasi sepak bola nasional, hasil ini juga dihasilkan tatkala kondisi Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) sedang karut marut. Kasus skandal pengaturan skor telah mengobrak abrik mayoritas pengurus PSSI. 

Sebagai salah satu kebanggaan, sampai-sampai seluruh punggawa timnas diguyur dengan bonus yang nilainya lumayan, 2,1 Milyar. Tentunya jumlah yang lumayan untuk level turnamen kelompok umur. Lumayan juga bagi timnas yang persiapannya bisa dibilang ala kadarnya. 

Namun, yang perlu menjadi pertimbangan, kejuaraan yang telah berakhir kemarin malam (Piala AFF U-22) sebenarnya hanya sebagai kejuaraan uji coba. Begitu yang disampaikan Coach Indra Sjafri, tatkala membentuk kerangka timnas U-22. Dengan waktu persiapan yang mepet, jelas bukan kondisi yang ideal untuk membentuk tim yang solid dan siap. 

Akan tetapi, kondisi di lapangan berkata lain. Timnas Indonesia berhasil menjadi kampiun. Dengan kondisi tidak pernah kalah. Walaupun juga secara permainan juga tidak terlalu bagus. 

Status Timnas U-22 sebagai juara piala AFF U-22 tentunya bukan menjadi keunggulan bagi timnas sendiri. Apalagi kejuaraan ini hanya sebagai tahap persiapan untuk event yang lebih besar. Kualifikasi Piala Asia U-22 dan Sea Games 2019 di Filipina. Dua kejuaraan itu yang menjadi target besar PSSI. 

Timnas U-22 harus mampu kembali berpijak ke bumi. Menatap dua target besar yang tidak bisa dianggap remeh. Jangan sampai timnas U-22 gembos sebelum waktunya. 

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Timnas sangat digdaya di turnamen regional (Piala AFF U-19). Akan tetapi, selebihnya babak belur. Salah satu faktor karena jenuh terllau banyak laga ujicoba yang kurang sejalan dengan program Timnas U-19 kala itu. 

Tentunya hal ini perlu menjadi pembelajaran untuk seluruh jajaran timnas U-22.  Pengalaman Timnas u-19 perlu diantisipasi. Untungnya pelatih yang menangani Tinmas U-19 dahulu adalah pelatih yang saat ini menangani Timnas U-22. sehingga pelajaran berharga tersebut diharapkan dapat dipetik. 

Kabar baiknya, setelah menginjak kaki di tanah air (indonesia), Timnas U-22 hanya diberikan jatah waktu libur selama dua hari hanya untuk sekadar refreshing. setelahnya, Timnas U-22 dihadapkan pada program latihan untuk menyongsong laga kualifikasi Piala Asia U-22 di Vietnam. 

Semoga waktu dua hari yang diberikan staf pelatih bisa dimanfaatkan pemain untuk refreshing. Tidak untuk agenda kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan sepakbola (wawancara media atau program media tertentu). Semoga dua hari ini juga dimanfaatkan pemain untuk berlatih mandiri. 

dialin pihak, semoga keberhasilan Timnas ini bukan dianggap sebagai prestasi dewa. Keberhasilan ini hanya bonus kerja keras pemain timnas. Sebagai bagian dari persiapan menatap laga yang lebih berat. Semoga tidak ada lagi pihak yang memanfaatkan Timnas U-22 untuk kepentingan di luar sepakbola. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline