Lihat ke Halaman Asli

Salwa RullaDarmawan

Manusia penyuka sastra

Maraknya Bahasa Gaul yang Dapat Mengikis Keaslian Bahasa Indonesia

Diperbarui: 8 April 2021   20:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

Setiap aktivitas yang dilakukan manusia pasti tidak pernah terlepas dengan pemakaian bahasa. Bahkan dalam berkomunikasi dengan masyarakat lainnya, kita sangat memerlukan keberadaan bahasa. Sebelumnya apa sih, bahasa itu? Bahasa menurut Kamus Bahasa Indonesia (2008 : 119) adalah suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat.

Bahasa yang digunakan seperti apa? Sudah pasti bahasa yang digunakan yaitu bahasa Indonesia asli. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa resmi inilah yang seharusnya menjadi bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari bagi kita. Selain itu sudah jelas Bahasa Indonesia adalah Bahasa resmi, jadi kita tidak boleh mencampurkannya dengan bahasa asing ataupun tidak boleh pula menggabungkan dua bahasa yang berbeda. Seperti yang sering dilakukan oleh kita saat ini. Karena pemakaian suatu bahasa dapat mencerminkan suatu identitas bangsa tersebut.

Tetapi seiring perkembangan Zaman, kini banyak ditemukan bahasa-bahasa 'aneh'. Aneh disini dimaksudkan kepada bahasa yang tidak diketahui arti-nya karena memang tidak terdapat pada pedoman EYD (ejaan yang disempurnakan) ataupun pada PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Seperti bahasa alay yang sempat nge-trand pada beberapa tahun lalu. Walaupun sampai saat ini bahasa alay masih ada, tetapi dapat dilihat hanya segelintir orang saja. Daripada bahasa alay, saat ini orang menyebutnya sebagai bahasa gaul.

Gaul sendiri dalam KBBI berarti akrab. Jadi, Bahasa gaul sering digunakan saat dilihat dari situasi pemakaiannya seperti sedang santai atau akrab. Selain itu, Menurut Sarwono (2004) bahasa gaul adalah bahasa khas remaja (kata-katanya dibah-ubah sedemikian rupa, sehingga hanya bisa dimengerti di antara mereka) bisa dipahami oleh hampir seluruh remaja di tanah air yang terjangkau oleh media massa, padahal istilah istilah itu berkembang, berubah dan bertambah hampir setiap hari.

Sebenarnya bahasa gaul sendiri sudah terdengar sejak tahun 1980, seperti kata 'nyokap' atau 'bokap' . Bahkan kedua kata tersebut masih terdengar hingga saat ini, atau mungkin masih digunakan oleh orang tertentu. Kalangan yang biasanya menggunakan bahasa gaul biasanya adalah para remaja. Para remaja menganggap bahasa gaul itu sangat keren dan berkebalikan dengan bahasa Indonesia yang terlihat sedikit kuno. Maka dari itu, para remaja dengan sengaja memplesetkan bahasa Indonesia, membolak-balikkan bahasa aslinya atau digunakan dengan cara penggabungan dua bahasa. Seperti mantul dari kata mantap betul, kuy dari kebalikan kata yuk, sabi dari kebalikan kata bisa, Baper dari kata bawa perasaan atau dari singkatan bahasa inggris seperti fyi (Get Well Soon), dan masih banyak bahasa gaul lainnya yang terdapat dalam kehidupan saat ini. 

Banyak faktor yang membuat maraknya bahasa gaul di kalangan remaja. Berkembangnya suatu teknologi menjadi salah satu faktor yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui bahasa gaul lewat media sosial. Selain itu bahasa gaul juga sering dikaitkan dengan lingkungan pertemanan. Bahkan peran media seperti televisi juga menjadi salah satu faktor yang paling utama. Karena bahasa gaul yang melekat pada diri manusia bukan hanya karena mengetahuinya lewat internet tapi bisa juga karenA otak kita didoktrin secara terus menerus dari percakapan di telivisi. Apalagi jika yang mendengar anak yang masih dalam tumbuh kembang dan penasaran dengan dunia luar. Pasti anak tersebut akan mengikutinya dan berakibat paham sampai anak itu besar.

Tetapi, saat ini banyak yang masih menganggap biasa penggunaan bahasa gaul. Padahal maraknya penggunaan bahasa gaul pada percakapan sehari-hari dapa melunturkan konsistensi bahasa asli Indonesia. Bukankah sudah jelas bahwa suatu bahasa Indonesia termasuk kedalam identitas bangsa sendiri. Tidak mungkinkan hanya karena perkara bahasa gaul, identitas bangsa Indonesia lama-kelamaan bisa luntur.

Mungkin penggunaan bahasa gaul tidak mungkin dihilangkan begitu saja. Bahasa gaul tetap dapat dilakukan tetapi tergantung pada situasi yang sedang dijalani. Seperti dalam suasana formal kita harus tetap menggunakan bahasa asli Indonesia, dalam kegiatan yang penting seperti rapat atau saat sedang mengirim pesan pada guru maupun dosen kita harus tetap menggunakan bahasa asli Indonesia. Berbagai situasi yang dapat menggunakan bahasa gaul itu seperti sedang bercakap santai pada teman, atau saat sedang bermain bersama. Tetapi, nyatanya masyarakat Indonesia masih banyak menggunakan bahasa gaul saat yang bukan kegiatan seharusnya.

Menurut Arum Putri (2015 :5) penyebab banyaknya penggunaan bahasa gaul saat ini karena kurangnya rasa cinta mereka terhadap bahasa Indonesia sebgai bahasa nasional. Alasan tersebutlah yang membuat kita seharusnya prihatin kepada bangsa sendiri. Karena bahasa gaul dapat membawa tumbuh kembang negara menjadi tidak baik. Seharusnya pemakaian bahasa gaul mulai dikurangi sedikit demi sedikit mulai dari sekarang. Kalau bukan para penerus bangsa yang melakukan siapa lagi yang akan memajukan negara ini kedepan-nya? Jika perihal menggunakan bahasa asli Indonesia saja masih salah digunakan.

Beberapa hal yang ditakutkan akan terjadi, jika penggunaan bahasa gaul tetap dilakukan kedepan-nya secara terus menerus:
(1)Bahasa asli Indonesia akan mulai memudar dengan sendirinya. Jika sebagai generasi penerus bangsa tetap memegang teguh pada bahasa gaul, tidak dipungkiri entah apa yang akan terjadi pada anak dan cucu yang mungkin tidak memahami apa itu bahasa asli Indonesia yang sesuai dengan KBBI, karena sudah terbiasa mendengar bahasa yang didengar dari orang tuanya.
(2)Mempersulit penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena sudah terbiasa menggunakan bahasa gaul, orang akan mulai melupakan bahasa asli Indonesia dan mempersulitkan orang tersebut jika sedang berada dikegiatan yang seharusnya menggunakan bahasa asli Indonesia.
(3)Perilaku tidak sopan. Banyak bahasa gaul yang memiliki arti diluar nalar manusia bila digunakan pada orang yang lebih tua akan tidak sopan karena keluar dari tatanan norma dan sopan santun.
(4)Menggangu pembahaman bagi orang lain. Karena, tidak semua orang mengerti akan maksud dari bahasa gaul tersebut. Terlebih lagi bahasa gaul memilik banyak kandungan arti yang beragam dalam bentuk tulisan maupun lisan, hingga dapat memusingkan dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk memahaminya bagi orang yang kurang mengetahui bahasa gaul tersebut.

Oleh karena itu, untuk menghindari bahasa gaul yang dapat mengikis keaslian bahasa Indonesi dapat dicegah dengan berbagai hal, diantaranya:
(1)Menanamkan pemahaman pada masyarakat Indonesia khusunya generasi penerus bangsa bahwa bahasa Indonesia merupakan suatu identitas bangsa yang tidak mungkin dilupakan geitu saja. Hingga mereka dapat menanamkan rasa cintai terhadap bahasa Indonesia sendiri.
(2)Menyadarkan masyarakat Indonesia terutama para generasi penerus bangsa ini, Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional harus diutamakan penggunaannya.
(3)Dalam jenjang pendidikan, mewajibkan anak didiknya untuk terus menggunakan bahasa Indonesia, agar membuat mereka terbiasa dan melupakan bahasa gaul.
(4)Menanamkan semangat persatuan dan kesatuan dalam diri generasi bangsa dan juga masyarakat luas untuk memperkukuh Bangsa Indonesia dengan penggunaan Bahasa Indonesia.
(5)Melalui media massa lebih gencar dalam memberi tahu bahwa pentingnya meng-gunakan bahasa Indonesia asli ketimbang bahasa gaul.
(6)Memberi tahu masyarakat luas bahwa penggunaan bahasa gaul dapat memberikan dampak negatif yang signifikan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline