Lihat ke Halaman Asli

Said Kelana Asnawi

Dosen pada Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

Ebiet G Ade: Mewah dalam Karya, Sederhana sebagai Manusia

Diperbarui: 13 Juni 2019   08:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

bertemu Oom Ebiet (2010)-dokpri

Tentang Ebiet G Ade

#1

Pagi (12/06) sepintas saya menonton acara yang dipandu oleh Nak Rafi dan Vicky; mewawancarai 'penyanyi' atau artis yang 'sukses'.  Isi wawancara kira-kira tentang perjalanan karirnya, dan rasa syukurnya bisa membeli barang2x impiannya yang 'branded'. 

Malam (12/06) di matanajwa; ngobrol tentang ebiet; yang tidak pernah merasa artis; namun dinobatkan menjadi 25 legend sepanjang masa; dan lagunya terus menggaung selama 40 tahun ini.

: saya mencoba tahu apa prestasi yang pertama? Dan bingung menemukannya; kecuali kalo joget aduhai sebagai kreteria.  Jika acara gaya rafi ini jadi 'role model' waduh anak alay bakal salah tiru; atau mungkin saya generasi  ebiet tak paham generasi muda ini?

#2

Saya sudah mendengar/menonton wawancara ebiet; iwan; rhoma.  Hemat saya ada barang mahal yang mereka miliki; tidak sembarang orang mampu membeli/memiliki.  Barang itu adalah: kerendahan hati.  Tampak bersahaja; namun karyanya  luar biasa.  Beliau semua begitu mewah dengan prestasi, namun sederhana sebagai manusia

Beliau semua berkarya dengan cirinya sendiri; absolutely berbeda!.  Dan dalam karya beliau, terdapat banyak 'nasehat' baik yg juga menjadi panutan bagi sebagian orang.

#3

Ebiet; iwan dan rhoma tampaknya didekati oleh 'makhluk politik' karena potensinya.  Makhluk politik ini emang paling pinter nyium segala ciuman.  Cuma rhoma yang 'terpedaya dan memperdayakan'.  Kalau anda berprestasi, waspada ciuman politisi.  Nggak haram sih....

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline