Lihat ke Halaman Asli

Puisi Hobi Tanamku yang Tertunda

Diperbarui: 8 Februari 2021   11:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Spino Kim/kompas.com

Hobiku dambaan tanaman musiman
Kulitku bagai berkarat hitam dihempas sang Surya
Mengap mengap saya rasa bernafas
Mengayuh dan menanam menahan ke kawatiran tiada tara

Konsisten dengan rasa kecemasan
Kebun di teras depan rumah
Saya begitu berdedikasi terlalu ambisius
Dambaku berharap tak sesuai ekspektasi

Mengapa tanaman kebunku gagal panen?
Selalu ku doakan tanaman dengan kecemasan
Agar bibit yang kutuai dapat kutabur
Menjadi bekal bagi paru paru dunia

********************************************

Saya pekebun tak bisa rasakan lagi
Perkataan yang kudustakan
Katanya jasa saya
Saya memang manusia biasa

Yang tak pande merawat tanamanku
Yang hening dilanda musim kekeringan
Kita tidak dapat menentang alam
Sebab alam telah menggagalkan hobiku

Menanam tanaman di kebun tercinta
Pada awal tahun 2021
Jangan hanya pandai berkelakar dan merangkai kata
Keberhasilanku tertunda sebab tanaman banyak yang kekurangan air

********************************************

Buah kemangi buah kedong dong
Apa yang kami ketam itu yang kami tebar
Suka nanam namun hanya kemangi
Jangan hobi selalu berharap
Entah mengapa bukan kita yang tentukan

Hobi saya dekorasi tanaman rumah
Entah mengapa saya tergesa gesa
Sebab musim tahun ini terlalu panas
Tidak sesuai ekspektasi

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline