Lihat ke Halaman Asli

Rudy Wiryadi

Apapun yang terjadi

Mengenang ''King's Smash'' dan Final All England 1978, Rudy Sengaja Kalah?

Diperbarui: 15 Maret 2022   10:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

King's Smash (bulutangkis-otodidak.blogspot.com)

Liem Swie King, pemain bulutangkis legendaris asal Indonesia baru saja berulang tahun yang ke 66 dua hari lalu.

Ya, Liem Swie King adalah pemain legendaris bulutangkis dunia kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 28 Pebruari 1956.

Selain Rudy Hartono, Christian/Ade Chandra, atau Tjuntjun/Johan Wahyudi, Liem Swie King menjadi salah satu tonggak perjalanan sejarah yang penting di All England.

Jika Rudy Hartono masuk Guinness World of Book Records sebagai juara All England sebanyak 8 kali, Liem Swie King juga menjuarai turnamen bergengsi itu, sebanyak tiga kali yaitu tahun 1978, 1979, dan 1981.

Namun Liem Swie King memiliki keterpikatan tersendiri di kalangan pecinta bulutangkis dunia.

Pada waktu itu terkenal istilah "King Smash".

Ini adalah smes Liem Swie King yang sangat dikagumi.

Dengan gerakan yang cepat, berani, dan agresif, King meloncat dengan menghujam kan pukulan smes yang tajam, vertikal, dan penuh tenaga yang sangat dahsyat yang menjadi momok bagi lawan-lawannya karena mematikan dan sangat sulit untuk dikembalikan.

Ketika Liem Swie menjuarai All England tahun 1978, pukulan smes pemuda asal Kudus itu menjadi pembicaraan dunia.

Hal tersebut juga dituliskan dalam buku karya Jimmy S Hariyanto yang berjudul "Panggil Aku King" terbitan tahun 2009.

The King's Smash itu bahkan dijadikan rekaman video oleh kubu Cina. Sebuah pukulan smes sambil meloncat dengan kok nya yang menghujam tajam ke arah lawan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline