Lihat ke Halaman Asli

SBY, Tirulah Mandela

Diperbarui: 24 Juni 2015   04:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Sosok agung yang banyak dicintai warga dunia itu kini telah tiada. Ratusan, bahkan jutaan air mata walau tak sempat diteteskan ke tanah, mengharu bak samudera untuk memberi penghormatan kepada mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Rolihlahla Mandela atau Nelson Mandela yang wafat 6 Desember 2013.

Kepergiannya telah meninggalkan sejuta kenangan dan warisan kebaikan pada dunia. Di tengah gejolak "tingginya" ke-akuan (individualis) yang kadung menjadi mainstream pikiran umat dunia dasawarsa ini-- pemikiran Mandela tak ubahnya seprti oase dari kekeringan dunia pada kebaikan dan kesetaraan.

Mandela bukan orang biasa yang hidup selayaknya manusia 'biasa'.

Bekas tahanan penjara yang ditahan selama 27 tahun ini merupakan sumber inspirasi bagi warga Afrika Selatan pada khususnya, dan warga dunia pada umumnya.

Kisah pemberontakannya kepada rezim berkuasa di era 1960-an menghantarkan dirinya sebagai penjahat yang begitu dikecam pemerintah.

Pasalnya, aktivitas Mandela dinilai menganggu rezim berkuasa ketika itu. Ia dituduh gencar melakukan penghasutan dan sabotase berbagai pusat pemerintahan.

Tahun 1962 Mandela lalu ditangkap dan dijebloskan penjara dengan hukuman seumur hidup.

Namun nasibnya beruntung. Karena derasnya  tekanan dunia Internasional untuk membebaskan Mandela, akhirnya ia dibebaskan dari penjara tahun 1990 walaupun sempat mendekam di penjara selama 27 tahun. (sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Nelson_Mandela)

Mandela sangat gigih memperjuangkan hak kemerdekaan bagi warga Afsel yang terus menerus ditindas oleh penguasa yang menjadi boneka asing saat itu.

Kegigihannya memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan akhirnya menempatkan dirinya sebagai tokoh perdamaiaan dunia dengan diganjar Nobel perdamaiaan tahun 1993.

Kisah Mandela pun tak usai. Setelah menjalani berbagai siksaan, kecaman dan hukuman yang berat, tahun 1994 Mandela terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline