Lihat ke Halaman Asli

Cahya Nugraha

Suka naik gunung, camping, jalan-jalan, makan-makan. @rubikomugglo

Panduan Lengkap Berwisata ke Belitung

Diperbarui: 4 Mei 2018   10:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Citilink (Dok. pribadi)

Tulisan ini rasanya akan menjadi tulisan yang panjang. Setelah lama tidak berjalan-jalan, rasanya kangen untuk membagi pengalaman tersebut kedalam sebuah tulisan yang lengkap dan menyeluruh. 

Menjelaskan berbagai aspek dari penginapan, tempat wisata yang dikunjungi, restoran yang disinggahi, pulau yang di jejaki dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk mempersingkat, saya mulai saja.

Hari 1

Beberapa hari lalu, saya, pacar serta beberapa temannya pergi untuk menyambangi satu pulau di utara Pulau Jawa. Tempat ini terkenal karena menjadi latar belakang film Laskar Pelangi. Mungkin banyak dari kalian tau tempat yang saya maksud, ya, Pulau Belitung. Banyak dari kalian mungkin sudah pernah datang ke pulau ini, tapi tetap saya akan bagikan pengalaman kami berkunjung ke negeri Laskar Pelangi ini.

Bandara Belitung (Dok.pribadi)

Awalnya, jika sesuai dengan jadwal, kami berangkat dari Jogja sekitar pada pukul 22.45 menggunakan pesawat, tetapi kami terkena delay. Kami menunggu sampai pukul 00.30, barulah kami bisa boarding kedalam pesawat dan terbang ke Jakarta. 

Kami tiba di Jakarta sekitar pukul 02.00 WIB, setelah itu kami lalu mencari shuttle bus karena kami harus pindah terminal untuk berganti pesawat yang akan membawa kami ke Belitung. Kami naik ke lantai dua dan menunggu beberapa menit hingga sebuah bus datang dan mengantarkan kami ke terminal 1C.

Suasana Bandara (Dok.Pribadi)

Pesawat yang kami gunakan untuk pergi ke Belitung adalah Citilink, yang berangkat sekitar pada pukul 5.45 pagi. Kami gunakan waktu luang yang kami punya untuk beristirahat di ruang tunggu bandara Soekarno Hatta. Panggilan untuk boarding terdengar di telinga kami, kami bergegas untuk naik ke pesawat dan melanjutkan tidur. 

Satu jam di pesawat lumayan mengobati rasa kantuk yang hinggap di kami dan tak terasa kami sudah sampai di Belitung. Kami lalu turun, lalu melihat nama Bandara H. AS. HANANDJOEDDIN terpampang megah diatas pintu kedatangan bandara. Bandara ini tidak terlalu besar. Waktu kami landing, hanya pesawat kami yang berada di runway bandara ini. 

Kami lalu masuk dan mengantri bagasi. Setelah mendapatkan bagasi, kami lalu memesan ojek online. dan jangan kaget, di Belitung sudah ada dua armada ojek online yaitu Grab dan Gojek. Kami lalu memesan grabcar untuk mengantarkan kami ke penginapan kami yang berlokasi dekat dengan Pantai Tanjung Pendam.

Hotel di Belitung (Dok.pribadi)

Hotel di Belitung (dok.pribadi)

Letak bandara dari pusat kota Pulau Belitung yaitu Tanjung Pandan ternyata tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 20 menit berkendara. Kami lalu check-in dan menaruh beberapa barang. Semalam sebelumnya, kami sudah menyewa motor untuk berkendara mengelilingi Belitung. Kalau di Belitung, motor yang disewa akan diantarkan ke tempat kalian akan menginap dan tidak dikenai tambahan biaya. Tanpa berlama-lama lagi, kami lalu pergi untuk menikmati keindahan Belitung.

Kopi Kong Djie (Dok. Pribadi)

Kopi Susu (Dok. Pribadi)

Dengan mata yang masih sedikit mengantuk kami lalu berkendara dan mencari sarapan hingga sampailah kami ke sebuah warung kopi yang bernama Kong Djie. Lokasinya berdekatan dengan tempat kami menginap, kami sempatkan singgah dan menikmati secangkir kopi susu dan seporsi telur ayam kampung setengah matang. 

Suasana Warkop (Dok. Pribadi)

Warung kopinya sangat tradisional, kopi dimasak menggunakan arang kayu dan disaring menggunakan saringan kain yang khas. Selain menyediakan kopi dan telur ayam, warung ini menyediakan berbagai jajanan pasar sebagai teman menyeruput kopi. Tak pernah sepi, begitu kesan yang saya dapati ketika duduk di dalam warung ini. Baik laki-laki maupun perempuan rasanya tak segan untuk kumpul, ngobrol sembari menyeruput kopi di pagi hari. Harga nya tak terlampau mahal, secangkir kopi susu dihargai Rp. 10.000 dan harga yang sama diberikan kepada telur ayam kampung setengah matang.

Mie Belitung Atep (Dok. Pribadi)

Diracik (Dok. Pribadi)

Mie Atep (Dok. Pribadi)

Tempat kedua yang kami sambangi adalah kuliner yang kudu harus dicoba ! tidak boleh kelewatan kalau ke Belitung. Nama tempat ini adalah Mie Belitung Atep. Lokasinya dekat dengan bundaran Batu Satam yang menjadi landmark kota Tanjung Pandan. Warung ini buka sekitar pukul 09.00 WIB. Begitu buka, ramai orang langsung memenuhi warung ini. Kami harus menunggu selama 30 menitan untuk mendapatkan kursi di dalam warung. 

Makanan yang kami pesan adalah Mie Belitung dengan minum Es Jeruk Kunci. Minuman ini juga harus dicoba kalau ke Belitung. Banyak orang bilang belum ke Belitung kalau belum coba Es Jeruk Kunci ini. Kalau di Pontianak tempat kelahirannya, jeruk ini disebut jeruk sambal / jeruk kalamanchi, rasanya segar dan sangat wangi, beda dengan jeruk yang biasa kami temui. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline