Lihat ke Halaman Asli

Ronald Wan

TERVERIFIKASI

Pemerhati Ekonomi dan Teknologi

Apakah Perang Dagang Sudah Selesai?

Diperbarui: 16 Desember 2019   09:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping| Sumber: Jim Watson/AFP/Getty Images

Jumat 13 Desember 2019 waktu setempat, Amerika Serikat (AS) dan China mengumumkan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan fase satu mengenai perang dagang. Apakah perang dagang sudah selesai?

Kesepakatan ini mencakup penurunan tarif, peningkatan pembelian produk pertanian AS oleh China dan perubahan struktural atas kekayaan intelektual dan teknologi.

Kedua pihak sedang berusaha untuk segera membuat perjanjian yang bisa segera ditandatangani. Walau detail apa saja yang telah disepakati masih rancu namun Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa sudah tercapai kesepakatan yang luar biasa.

Salah satu tarif yang akan dibatalkan adalah tarif yang mengancam sekitar USD 160 miliar barang China yang mulai berlaku hari Minggu ini waktu AS. Seperti yang disampaikan oleh Trump melalui akun Twitternya.

Summber: Dokumentasi pribadi tangkapan layar Twitter Donald Trump @realDonaldTrump

Juga melalui Twitter, Trump mengatakan bahwa AS akan tetap menerapkan tarif 25 persen untuk sekitar USD 250 miliar barang China. Tetapi akan menurunkan tarif bagi USD 160 miliar barang impor eks China menjadi 7,5 persen.

Wakil menteri keuangan China, Liao Min mengatakan bahwa pemerintah China juga akan mempertimbangkan membatalkan tarif balasan yang akan berlaku bagi barang impor eks AS di hari Minggu waktu China.

Apakah Implikasinya?

Jika kesepakatan ini benar terlaksana maka tingkat kepercayaan pelaku bisnis akan meningkat. Sehingga mereka akan lebih berani dalam melakukan ekspansi atau membesarkan usaha mereka. 

Dengan asumsi bahwa pelambatan ekonomi dunia akan bisa ditahan dengan adanya kesepakatan fase satu ini.

Ekonomi Indonesia juga akan bisa lebih berkembang karena jika ekonomi dunia tidak melambat separah yang telah diprediksi oleh banyak badan ekonomi dunia. 

Maka harga komoditas bisa meningkat sehingga ekspor Indonesia yang suka tidak suka masih didominasi oleh bahan mentah juga akan bisa meningkat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline