Lihat ke Halaman Asli

Warganet

Penulis Artikel di Jakarta

Sumpah Pemuda Diperingati Warga Surabaya di Atas Perahu

Diperbarui: 16 November 2022   15:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober diperingati di setiap daerah dengan beragam aktivitas. Salah satunya adalah di Kota Surabaya. Warga Kecamatan Asemrowo menggelar semarak Sumpah Pemuda di wisata Sontoh Laut, Minggu, 27 Oktober 2019.

Suasana di kawasan tersebut dipadati warga untuk menyaksikan berbagai macam kesenian dan hiburan serta disiapkan bazaar UMKM. Warga antusiasme ke stan UMKM yang menyediakan aneka makanan dan minuman serta produk UMKM lainnya. Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan ikrar Sumpah Pemuda di Tambat Labuh Sontoh Laut yang diikuti para pelajar beserta baju-baju adatnya.

Acara tambah semarak saat pelajar dan warga serta personel kepolisian Tanjung Perak membentangkan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter dengan lebar 12 meter. Berbagai lagu kebangsaan pun turut mengiringinya.

Sejarah Sumpah Pemuda

Awal mula timbulnya pergerakan pemuda adalah dengan munculnya berbagai organisasi yang dibentuk kalangan muda. Perhimpunan Indonesia hingga Tri Koro Darmo Salah satunya adalah Perhimpunan Indonesia yang dibentuk pada 1908.

Organisasi tersebut masih sebatas perkumpulan mahasiswa Hindia yang belajar di Belanda. Setelah para mahasiswa kembali ke Indonesia, mereka turut berperan penting dalam kemerdekaan. Kalangan muda yang berfikir dengan konteks nasional yang aktual, menyadari tentang tujuan bersama dan mengurangi perpecahan karena perbedaan suku bangsa dan agama.

Beberapa tokoh besar diketahui pernah menjadi anggota, seperti Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada 1913.

Lalu muncul pula organisasi lainnya yaitu Tri Koro Darmo, didirikan Satiman yang menjadi motor pergerakan pemuda. Perkumpulan ini menjadi wadah awal perhimpunan pemuda dan perkumpulan pelajar yang berdiri pada 7 Maret 1915. Sesuai namanya, organisasi ini memiliki tiga tujuan yakni sakti, bukti, dan bakti.

Para pemuda di Tri Koro Darmo menginginkan perubahan dari cara pandang mereka dan kondisi yang terjadi di Tanah Air saat itu. Tapi, karena adanya desakan dari berbagai pihak, nama organisasi akhirnya berubah menjadi Jong Java. Seluruh pemuda dari Jawa, Madura, Bali, hingga Lombok dapat bergabung dengan gerakan ini.

Setelah Jong Java bermunculan banyak organisasi pemuda. Organisasi-organisasi itu masih bersifat kesukuan, seperti Jong Batak, Jong Minahasa, dan Jong Celebes. Ada pula Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islaminten Bon, Pemuda Kaum Betawi, dan Pemuda Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).

Kongres Pemuda I

Peristiwa penting dalam sejarah pergerakan pemuda adalah saat mereka menyatukan tekadnya dalam momentum yang hingga kini dikenal dengan nama Kongres Pemuda I pada 30 April-2 Mei 1926. Ketika itu para pemuda mulai menyadari perjuangan mereka membutuhkan persatuan dari semua unsur. Kongres ini melahirkan gagasan penggunaan Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan.

Tokoh yang mencetuskan gagasan tersebut adalah Muhammad Yamin yang saat itu aktif dan memimpin organisasi Jong Sumatranen Bond. Dalam pidatonya, Kemungkinan Bahasa-bahasa dan Kesusastraan di Masa Mendatang, Yamin "menyodorkan" bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline