Lihat ke Halaman Asli

Rintar Sipahutar

TERVERIFIKASI

Guru Matematika

Renungan Rohani Kristen: Waspadalah terhadap Nabi-nabi Palsu

Diperbarui: 21 September 2018   05:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(Ilustrasi : Renungan Rohani Katolik)

Nats Alkitab : Mat. 23 : 14 - 29

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik... .

Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang mengajarkan ajaran-ajaran palsu. Mereka memperdagangkan Firman Tuhan dan menukarkannya dengan bayangan harta dan kekuasaan duniawi yang fana.  Mereka memperdaya umat dengan memutarbalikkan Firman Tuhan dengan tafsirnya sendiri.

Mereka selalu ingin dilayani dan dihormati dengan mengharapkan fasilitas terbaik. Padahal seharusnya tugas mereka adalah melayani, bukan dilayani. Perilaku hidup mereka sama sekali tak menggmbarkan karakter Kristus melainkan karakter dan ahli taurat.

Saat ini kita hidup di suatu era dimana dunia terus berupaya menyajikan kemudahan, kenyamanan, kepuasan dan ketentraman bagi manusia. Pada saat yang sama, di dunia rohani telah berkembang suatu ajaran yang sama dengan karakter tersebut.

Banyak yang mengaku dirinya "Hamba Tuhan" yang mengajarkan, memberitakan dan menjadikan Tuhan hanya sebagai "alat pemuas hawa nafsu" kebutuhan-kebutuhan duniawi.

Mereka memaksa Tuhan untuk memenuhi kehendaknya seakan-akan memang itulah tugas dan pekerjaanNya Tuhan. Mereka menjadikan Tuhan sebagai: hamba, jongos, sekuriti, dukun, tukang sihir, dsb. Mereka tidak lagi tunduk kepada Tuhan Yang Berdaulat tetapi justru Tuhan yang dipaksa tunduk kepada mereka.

Waspadalah...!

Banyak orang memberitakan Tuhan tetapi mereka tidak sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Mereka menjadikan Tuhan sebagai objek pemberitaan untuk mendapatkan status, kehormatan, pujian, pengakuan, popularitas dan keuntungan. 

Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang "menjual Tuhan" seperti Yudas, hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, 30 keping uang perak.

Mereka melakukan ibadah secara lahiriah. Berdoa panjang-panjang dan bertele-tele untuk mengelabui mata jemaat. Mereka berpuasa lalu diumumkan kepada jemaat supaya dianggap lebih suci. Mereka belajar firman, latihan berbicara "fasih lidah" dan aksi mimbar, menghafal cerita-cerita lucu, motivasi, menina-bobokan jemaat, dsb. dengan tujuan agar jemaat lebih tertarik kepadanya, disenangi banyak orang, diundang banyak gereja, menjadi pembicara sejuta umat dengan bayaran termahal, dsb.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline