Lihat ke Halaman Asli

riap windhu

TERVERIFIKASI

Perempuan yang suka membaca dan menulis

Angpao Lebaran untuk Anak, Suatu Kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri

Diperbarui: 11 Juni 2018   23:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lebaran identik dengan tradisi memberikan uang kepada anak. Amplop untuk tempat uang yang akan dibagikan bisa dibeli hingga di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ada di Jakarta (dok.windhu)

SAAT  melintas di sejumlah pinggir jalan ibukota Jakarta dua pekan terakhir jelang lebaran, minimal di atas jembatan penyeberangan orang (JPO), di antara banyak para penjual kaki lima yang menggelar dagangannya, dengan mudah ditemukan penjual amplop lebaran.

Gambarnya lucu-lucu. Ada yang bergambar ketupat, gambar masjid, tasbih, bunga, ataupun gambar tokoh-tokoh kartun kesukaan anak-anak. Warnanya pun beragam. Dijual dengan harga yang tidak mahal. Hanya Rp.10.000 saja untuk 3 pack amplop lebaran. Tinggal dibeli sesuai dengan kebutuhan jumlah amplop dan jumlah uang yang dimiliki.

Bebas dan banyak pilihan. Setiap tahun, semakin mudah menemukan amplop lebaran. Melihat hal ini timbul pertanyaan dalam hati, kenapa banyak penjual amplop jelang lebaran? Tidak cuma di toko dan di warung, tapi juga di pinggir jalan juga?

Para penjual amplop yang umumnya bergambar khas nuansa lebaran itu mengambil momen lebaran. Amplop memang ditujukan khusus untuk hari raya Idul Fitri. Lebaran, sudah dikenal dengan adanya bagi-bagi uang. Terutama untuk anak-anak yang datang bertamu ke rumah dalam rangka silahturahmi.

Kenangan menerima uang saat berkunjung ke rumah saudara ataupun tetangga hingga dewasa masih teringat. Dulu, rasanya bahagia sekali mendapatkan sejumlah uang setelah berkeliling ikut silahturami lebaran bersama orang tua atau paklik.

Ketika saat hendak pamit pulang,  si pemilik rumah biasanya mendekati anak-anak. Di tangan pemilik rumah, ada sejumlah uang yang akan langsung berpindah ke tangan anak. Saat itulah rasanya bahagia. Sudah terbayang, jika simpanan di rumah berkah uang lebaran bertambah. Serasa  sebentar lagi menjadi orang yang begitu kaya.

Seiring dengan waktu, entah kapan mulainya, sekarang jika memberikan uang untuk anak-anak tidak lagi langsung dari tangan ke tangan. Ada amplop-amplop lucu yang isinya uang dari pemilik rumah. Amplop melengkapi tradisi pemberian angpao.

Isi Angpao yang Meningkat   

Tidak ada aturan jumlah uang yang pasti untuk diberikan kepada anak-anak saat silahturahmi hari raya Idul Fitri. Semua terserah keikhlasan dari pemberi. Meski biasanya, ada pemberi di rumah tertentu yang senang memberikan uang dengan jumlah lebih banyak dibandingkan dengan rumah lainnya.

Saat masih di sekolah dasar dulu, setiap anak sudah cukup senang saat diberi uang Rp.1000-2000. Sekarang, jumlah seperti itu sering  dirasa tidak pantas diberikan. Jumlah amplop pun meningkat. Mungkin dilatari oleh perkembangan harga-harga jajanan  yang saat ini pun kian mahal.

Saat ini, untuk anak SD bisa sekitar Rp.5000-Rp.10.000. Untuk anak SMP Rp. 20.000-Rp30.000, untuk anak SMA ke atas Rp.50.000.  Kalau untuk satu dua anak saja, mungkin tidak apa-apa. Nah, jika yang datang banyak, sudah terbayang jumlah uang yang harus dibagi-bagikan kepada anak-anak.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline