Lihat ke Halaman Asli

Anak Muda, antara Idealisme dan Kemapanan

Diperbarui: 1 November 2020   05:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi: Anak muda, kunci berhasilnya suatu bangsa. (sumber: KOMPAS/DIDIE SW)

Banyak yang berpendapat, anak muda adalah kelompok yang "idealis". Mereka dikatakan "idealis" karena identik dengan ide atau cita- cita untuk mengubah keadaan atau wajah dunia (idealisme). 

Biasanya idealisme itu mereka peroleh dari proses kristalisasi ide atau pemikiran. Ide ini kemudian bertransformasi menjadi sikap hidup yang (seharusnya) mendorong mereka untuk mewujudkannya.

Salah satu pergerakan anak muda yang menjadi tonggak sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah Sumpah Pemuda. Peristiwa yang terjadi tahun 1928 tersebut menjadi momentum sekelompok anak muda akan ide atau cita- cita berdirinya negara yang merdeka dan berdaulat, yaitu Indonesia.

Idealisme Anak Muda Masa Kini

Belum lama ini, sesaat setelah Omnibus Law Cipta Kerja disahkan, banyak kaum muda, khususnya mahasiswa dan pelajar turun ke jalan dan berdemonstrasi menolak undang- undang tersebut.

Ketika membaca berita tentang bagaimana perjuangan mereka dalam berdemonstrasi, tanpa mengurangi rasa hormat, terbesit pertanyaan dalam diri saya: apakah mereka melakukannya karena digerakkan oleh idealisme?

Saya yakin anda semua sudah tahu dan memahami makna idealisme. Dalam filsafat, inti dari idealisme adalah pikiran atau ide sebagai satu- satunya yang benar, nyata (realita).

Kata dasar dari idealisme sendiri adalah ide. Ide adalah pikiran, gagasan, cita- cita, atau angan- angan. Esensi dari idealisme adalah hidup yang sesuai dengan cita- cita atau berusaha mewujudkan cita- cita agar menjadi kenyataan. 

Hidup sesuai idealisme sering dianggap sebagai hidup yang seharusnya atau "sempurna". Orang yang hidup sesuai ide atau cita- citanya. Apakah masih ada orang yang seperti itu?. Saya kira masih ada, namun semakin langka. 

Dan menurut saya, idealisme sudah mengalami pergeseran makna. Idealisme anak muda di masa sekarang cenderung berpusat pada diri sendiri.

Sekarang ini, hidup yang berpusat pada diri sendiri adalah pemandangan yang lumrah. Misalnya, dalam mencari pekerjaan pertimbangan utama memilih pekerjaan adalah gaji, jenjang karir atau nama besar perusahaan ketimbang passion.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline