Lihat ke Halaman Asli

YUSRIANA SIREGAR PAHU

TERVERIFIKASI

GURU BAHASA INDONESIA DI MTSN KOTA PADANG PANJANG

Pengamatan Saya atas Kinerja Tiap Pimpinan setiap Guru Naik Pangkat

Diperbarui: 4 Mei 2023   04:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto dokpri

Menjadi pemimpin memang butuh trik, tips, dan panduan. Kita bisa memakai panduan Al Quran, Hadis, dan sikap Nabi, para Khalifah dan para sahabat.

Kita pun selalu diminta untuk saling ingat mengingatkan. Baik dalam berbuat kebajikan, tetap sabar, dan amal sholeh. Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu. Begitu Ali menasihati kita.

Kita adalah makhluk yang suka menyalahkan dari luar, tidak menyadari bahwa masalah biasanya dari dalam. Tetaplah perbaiki diri dan terus berjuang.

Kedua pesan di atas perlu dipegang seorang pemimpin dalam memimpin bawahannya. Kadang kita memfokuskan diri kepada yang salah hingga mengabaikan yang benar. Malah pemimpin memarahi yang salah di hadapan mereka yang benar tanpa ada yang salah di antara yang benar.

Misalnya, 1x2= 3, 1×3=3, 1x4=4, 1x5=5, 1x6=6, 1x7=7, 1x8=8, 1x9=9, dan 1x10=10. Nomor 1 salah. 1x2=3. Selalu pemimpin fokus pada nomor satu yang salah. Padahal jumlah jawaban benar lebih banyak lho. Jumlah yang benar yang dicerepeti. 

Dari 8 yang benar dan 1 salah ini sejatinya kita merespon positif dan antusias 8 yang benar dan memberikan obat atau solusi untuk yang 1 salah. Jangan rusak yang positif (8 jawaban benar) oleh yang negatif (jawaban 1 salah).

Sudah berulang kejadian di atas saya temui pada seorang pemimpin. Tiap pemimpin selalu menerapkan pola nasihat salah di atas. Si A salah lalu pemimpin mengumpulkan semua personilnya dari B hingga Z dan mencak-mencak kepada mereka tanpa ada si A di ruangan itu.

Ini tentu membuat B-Z mengerutkan dahi, angkat bahu, dan malah ada yang memberi kode jari telunjuk miring di dahi. He he he. Yah, B-Z bukan bersimpati tapi malah heran dan kesal.

Apakah ini memang menajemen pembelajaran seorang pemimpin? Sedang diketahui ketika kuliah belajar strategi pembelajaran, mikro teaching, bila ada anak berkasus, sebaiknya anak didekati lalu dipanggil khusus. 

Demikian juga harusnya bila ada personil seperti si A salah, didekati dan dipanggil secara pribadi. Bukan mereka yang tak salah dikumpulkan lalu dikata-katai tanpa ada oknum yang salah di antara mereka.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline