Lihat ke Halaman Asli

Kemunculan Karakter "Hero" dalam Sinema Indonesia

Diperbarui: 22 Januari 2017   14:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosok kartini yang diperankan Rania I Sumber Foto : Film Surat Cinta Untuk Kartini

Tokoh menjadi perihal penting dalam sebuah film, pasalnya satu tokoh dapat mewakili beberapa identitas seperti identitas negara, tempat asal, suku, ras, dan agama. 

Stuart Hall berpendapat bahwa konsep identitas manusia merupakan subjek yang terpusat, individu yang menyatu, subjek secara fitrahnya mewarisi apa yang dikatakan, sebagai beragam alasan (reason), kesadaran (consciounes), dan aksi (action), pusat dari esensial. 

Bahwa pada dasarnya manusia memiliki segala kemampuan untuk membebaskan diri dan menentukan bagaimana sesungguhnya eksistensi diri, sebagai diri yang mendapat pencerahan. Seluruhnya dimiliki manusia atas dasar alamiah (given) dan askriptif (keturunan).

Dalam situasi sinema Indonesia, identitas seorang tokoh dipetakan menjadi dua bagian. Bagian pertama menghadirkan kembali tokoh yang telah banyak dikenal oleh masyarakat. Bagian kedua lebih memunculkan konsep From Zero to Hero dalam memperkenalkan karakter. Dua bagian yang seringkali terpasang untuk meramaikan, menyampaikan pesan, dan beradu jumlah penonton dalam layar sinema Indonesia.

Film yang berperan dalam mengkonstruksi karakter dalam dua bagian tersebut biasanya masuk kedalam kasifikasi genre film biopik atau biograf, Genre film biografi sendiri merupakan cerita penggalan kisah nyata atau kisah hidup seorang tokoh yang berpengaruh di masa lalu dan masa kini, Himawan (2008). Film yang banyak mempengaruhi ingatan masyarakat mengenai konstruksi seorang tokoh.  

Definisi tokoh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI sendiri ialah mengenai bentuk badan/perwakilan, orang yang terkemuka dan ternama, biasanya dalam bidang politik, kebudayaan, dan lain sebagainya. Ketika seluruh perwakilan tersebut dihadirkan dalam film, konstruksi tokoh dapat terlihat lebih utuh, sehingga kuat dipahami oleh memori masyarakat.

Pada bagian pertama, singkat saja disebut sebagai penguatan karakter, di mana ketika tokoh tersebut telah banyak dikenal dalam literasi kepustakaan, kemunculannya dalam film dapat menjadikan posisinya lebih kuat. 

Konstruksi karakter dan identitas disempurnakan sedemikian rupa membentuk satu komponen utuh. Film jenis ini biasanya terdapat pada film biografi yang mengangkat tokoh Nasionalis Indonesia, seperti halnya Rudy Habibie, Sang Pencerah, Surat Cinta Untuk Kartini dan lain - lain.

Kemunculannya dalam Film

Jika dalam film Habibie & Ainun banyak memberikan pesan cinta dan kehidupan, Film Rudy Habibie justru menjadi sekuel cerita sebelum bertemunya Habibie dengan Ainun. Fim Rudy Habibe justru banyak memberi makna dari cita–cita, keinginan, dan ambisi. Di mana sosok Habibie nampak jatuh bangun memperjuangkan pendidikan, semua dilakoni untuk mewujudkan sebuah Industri Dirgantara di Indonesia. 

Film ini banyak mendapat perhatian oleh publik, kisahnya banyak menarik simpati para pendidik di Indonesia untuk memberi rekomendasi menonton film tersebut kepada para muridnya. Pun pada beberapa pekan yang lalu film ini juga turut dijadikan ajang nonton bersama Para Mahasiswa penerima bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah yang terlaksana di Kota Surakarta.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline