Lihat ke Halaman Asli

Rahmat Setiadi

Karyawan swasta yang suka nulis dan nonton film

Kenaikan Tarif KRL Kurang Beralasan

Diperbarui: 5 Januari 2023   05:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

unsplash.com

Tarif KRL Commuterline Jabodetabek hingga hari ini masih berlaku tarif lama sesuai Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor 354 Tahun 2020 tentang Tarif Angkutan Orang Dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi Untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/ PSO). 

Terkait hal tersebut tarif yang berlaku berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2016 besaran tarif perjalanan Commuterline Jabodetabek Rp3.000,- untuk 25 km pertama, dan ditambahkan Rp1.000,- untuk perjalanan setiap 10 kilometer berikutnya.

Akhir tahun 2022 ramai dibicarakan perihal rencana penyesuaian tarif KRL pada tahun 2023 untuk orang kaya-miskin yang menimbulkan kontroversi.

Komunitas Pengguna Kereta Rel Listrik atau KRL Jabodetabek atau KRLmania menyerukan pendapatnya tentang rencana kenaikan. Mereka menilai praktek pembedaan tarif golongan ‘kaya’ dan ‘miskin’ akan berakibat persoalan transportasi yang ruwet.

“Pengguna KRL dan angkutan umum massal lainnya sebenarnya adalah pahlawan transportasi, anggaran, dan iklim,” kata Koordinator KRLmania Nur Cahyo dalam keterangan, TEMPO.CO Kamis, 29 Desember 2022.

“Penggunaan transportasi massal seperti KRL mengurangi melonjaknya BBM Subsidi dan Kompensasi, yang tahun 2022 ini saja dianggarkan lebih dari Rp 260 triliun. Dapat dibayangkan lonjakan APBN jika pengguna KRL sejumlah sekitar 800 ribuan pelanggan tetap beralih menggunakan kendaraan pribadi, serta mengisi pertalite dan biosolar subsidi,” lanjut Cahyo, yang menolak rencana penyesuaian tarif KRL.

Sementara itu respons KCI menanggapi penyesuaian tarif KRL Jabodetabek, Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan bahwa rencana penyesuaian tarif masih menunggu waktu yang tepat.

“KAI Commuter akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui DJKA terkait rencana penyesuaian tarif ini baik besaran dan waktunya,” ucapnya, saat dikonfirmasi oleh Kompas.com, Rabu (14/12/2022).

Sebagai pengguna KRL, kita bisa saja sependapat dengan KRLmania yang merujuk pada efisiensi dan efektivitas Kereta Api Indonesia sebagai transportasi massal dalam menjawab persoalan ruwetnya lalulintas dan subsidi BBM yang ditanggung oleh pemerintah. Dan di sisi lain, faktor penyesuaian tarif KRL dipengaruhi oleh inflasi.

Tarif KRL hari ini adalah hasil hitung-hitungan pada tahun 2015, tentu sudah tidak relevan dengan hitungan hari ini. Namun dapat dipahami bahwa ekonomi masyarakat sangat terdampak dengan adanya pandemi, sehingga kajian lebih lanjut masih harus dilakukan untuk menimbang penyesuaian tarif ini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline