Lihat ke Halaman Asli

Rafinita Aditia

Mahasiswi program Komunikasi dan Penyiaran Islam

Menelusuri Pasar Panorama Kota Bengkulu, Saksi Bisu Perjuangan Suardi Mencari Rezeki

Diperbarui: 14 Mei 2019   21:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Suardi yang selalu bekerja Lillah tanpa mengenal lelah

Usia tak pernah melemahkan usahanya. Terik tak menghentikan langkahnya. Hujan tak meluruhkan asanya. Baginya, rezeki sudah diatur oleh sang kuasa atas segala. Namun bukan berarti kita hanya sekedar berdo'a dan meminta.

Jam menunjukkan pukul 16.30 WIB. Iring-iringan awan tebal yang sedari tadi mencurahkan hujan, perlahan mulai hilang dan ditembus sinar sang mentari. Tanggal di kalender menunjukkan tanggal 13 Mei 2019. Suasana di Pasar Panorama Kota Bengkulu sedikit becek, namun tetap saja, pasar masih sangat ramai dan sesak.

Pasar Panorama terletak di Jalan Salak Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu. Pasar Panorama ini buka 24 jam, jadi setiap saat di Pasar Panorama melakukan kegiatan jual beli.

Jika pembeli ingin membeli sayur atau ikan murah bisa datang jam 03.00 pagi karena pembeli akan langsung bertemu dengan penjual utama sehingga harganya jauh lebih murah, atau bisa datang sore hari menjelang magrib, karena penjual akan jual obral karena ada sebagian ingin pulang atau dagangannya harus habis hari itu juga.

Untuk menuju pasar panorama ini bisa memakai jasa Angkutan Kota, selain tarif yang murah, juga bisa membawa banyak barang. Terletak dilokasi yang strategis pasar panorama ini dilewati oleh semua jalur trayek Angkutan Kota, baik angkot warna merah, hijau, putih, biru, dan kuning.

Sore itu, ratusan pedagang memadati Pasar Panorama sambil sibuk menjajakan dagangannya kepada pembeli yang lalu lalang. Mulai dari anak kecil yang menjajakan asoi kepada ibu-ibu yang sedang berbelanja, hingga ke orang tua paruh baya yang masih sibuk menggelar dagangannya. Masing-masing saling berusaha, untuk mencari rezekinya.

"Namanya rezeki ya harus dicari, nggak mungkin datang sendiri", ujar Suardi, salah satu pedagang berusia 69 tahun yang masih semangat berdagang buku Iqra' dan poster alfabet di salah satu sudut Pasar Panorama sejak tahun 2013.

Setiap hari Suardi selalu menghabiskan waktunya dengan berdagang di Pasar Panorama. Biasanya Suardi mulai menggelar dagangannya dari pukul 10.00 pagi hingga pukul 05.30 sore.

Penghasilan Suardi pun tak seberapa. Namun Suardi percaya bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah SWT, jadi tinggal kita yang berusaha. "Apalagi sekarang bulan Ramadan, bulan penuh berkah. Kita harus semakian giat berusaha, agar Allah semakin giat pula memberi kita rezeki", ujarnya.

Pasar Panorama biasanya mengalami kemacetan di pagi dan sore hari. Penyebabnya adalah karena ketika di pagi hari banyak masyarakat yang beraktivitas seperti mengantar anak ke sekolah dan pergi bekerja, biasanya orang-orang melewati jalan ini karena jalanan Pasar Panorama adalah jalan menuju kebeberapa tempat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline