Lihat ke Halaman Asli

Puspa Sari Dewi

A lifelong learner

Pengaruh Kekuatan Kata-Kata dalam Membentuk Kepribadian

Diperbarui: 4 Agustus 2021   14:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berpikir sebelum berbicara, karena kata-kata memiliki kekuatan (dokpri)

Percayakah Anda bahwa kata-kata memiliki power atau kekuatan? Kata-kata yang setiap hari keluar dari lisan maupun tulisan, ternyata memiliki kekuatan yang dapat memengaruhi hidup manusia. Dalam aktivitas sehari-hari, manusia pasti tidak lepas dalam berkata-kata. Secara tidak sadar, kata-kata yang selalu keluar dari mulut kita telah menunjukkan jati diri dan bahkan membentuk kehidupan kita sendiri. 

Kata-kata bukan sekadar ejaan huruf yang bisa asal bunyi dari mulut manusia. Ia dapat menjadi kekuatan positif bila yang diucapkan positif dan bisa melemahkan, merusak, bahkan membunuh semangat dan mental jika bernada negatif. Maka, lahirlah sebuah ungkapan “think before speak” berpikir sebelum berbicara. Bagaimana sebenarnya kata-kata bekerja dalam hidup manusia? hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini.


KataKekuatan-Kata Dalam Memengaruhi Molekul Tubuh
Ada sebuah penelitian mengenai kekuatan kata-kata yang dilakukan oleh ilmuan Jepang, Dr. Masaru Emoto. Dalam bukunya The Power of Water, ia menunjukkan bahwa air yang diucapkan atau dibacakan kalimat positif akan membentuk kristal-kristal persegi enam yang sangat indah. Sedangkan air yang dibacakan kalimat-kalimat negatif, kristal pada air tersebut menjadi rusak dan tidak beraturan. Lantas, bagaimana pengaruh kata-kata pada tubuh manusia yang 90 persennya adalah air?

Dr. MasaruEmoto juga melalukan penelitian tentang pengaruh kata-kata melalui media nasi. Dalam penelitian tersebut, ia menyediakan nasi dalam tiga wadah. Nasi dalam wadah pertama, selalu diberi ucapan positif, seperti “I love you, kamu baik, terima kasih” dan sebainya secara terus menerus. Kemudian, nasi pada wadah kedua sebaliknya, selalu dilontarkan ucapan-ucapan negatif, seperti “aku benci kamu, kamu busuk, jahat” dan sebagainya. Sedangkan nasi pada wadah ketiga dibiarkan begitu saja.
Kata-kata tersebut diucapkan setiap hari selama 27 hari. Ucapan yang dilontarkan sesuai dengan yang tertulis pada masing-masing wadahnya. Hasilnya sungguh mengejutkan. Kekuatan kata-kata telah bekerja pada ketiga nasi tersebut.

Apakah yang terjadi pada nasi di setiap wadahnya?
Nasi pada wadah pertama, yang selalu diberi ucapan kata-kata positif menjadi tidak basi, hanya tumbuh jamur. Itu pun jamur ragi yang harum, bukan jamur yang bau. Nasi pada wadah kedua yang selalu mendapat ucapan-ucapan negatif berubah menjadi basi, dan membusuk. Sedangkan, nasi pada wadah ketiga yang tidak mendapat ucapan apa-apa, menjadi berkerak kehitaman alami.


Berdasarkan penelitian Dr. Emoto tersebut dapat disimpulkan bahwa kata-kata memiliki power yang dapat memengaruhi sesuatu atau seseorang. Dengan demikian, ucapkanlah kata-kata positif selalu. Hindari berkata negatif, seperti memaki, menggunjing, mengutuk, dan lainnya. Sebab, kekuatan kata-kata akan membentuk diri manusia.


Kekuatan Kata-Kata Dalam Membentuk Kepribadian Manusia
Ada sebuah teori dalam ilmu Antropologi yang disebut “labelling theory” menyebutkan bahwa identitas atau kepribadian seseorang ditentukan oleh kata-kata apa yang dominan dilebelkan kepadanya. Misalnya, seseorang yang sering mendapat label “si nakal” maka label itulah yang benar-benar terjadi pada dirinya. Apalagi label tersebut sudah diucapkan sejak seseorang masih kecil, maka kata-kata itu telah membentuk kepribadiannya.


Lewat kekuatan kata-kata akan terbentuk seseorang dengan kepribadian tertentu. Melalui perkataan positif bisa lahir orang dengan kepribadian positif dan penuh semangat. Sebaliknya, lewat perkataan negatif dapat lahir pula seseorang yang penuh luka dan memiliki semangat negatif yang menghancurkannya. Ada kata-kata yang bisa menghancurkan kepribadian orang lain, namun banyak pula yang bisa menghancurkan diri sendiri.


Kata-Kata yang Memengaruhi Kepribadian Orang Lain

canva.com

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline