Lihat ke Halaman Asli

Putri Khalestia

Mahasiswa di Universitas Terbuka | Dewasa muda yang punya hobi menulis.

Pembelajaran Jarak Jauh: Tren Pendidikan Ala Generasi Z

Diperbarui: 12 Juli 2022   19:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber Ilustrasi: https://newsroom.nuadu.com

"Tahukah kamu, bahwa fenomena maraknya penggunaan teknologi telah mengubah tren sistem pendidikan di Indonesia khususnya bagi generasi z?"

Saat ini, seluruh negara di penjuru dunia terutama Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Hal ini ditandai dengan adanya tranformasi digital dalam seluruh aspek kehidupan tanpa terkecuali sektor pendidikan. Di era ini, kecepatan tersedianya informasi merupakan hal yang paling utama agar seluruh entitas suatu lingkungan bisa saling terhubung dan berbagi informasi satu sama lain.

Selain itu, adanya pandemi covid-19 membuat hampir semua aktivitas manusia beralih dengan memanfaatkan teknologi.

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Daniel Oscar Baskoro dari ICT For Development Researcher  bahwa terdapat tiga hal yang berubah dalam perilaku masyarakat saat ini, yaitu more technology (meningkatnya penggunaan media teknologi), more automation (banyaknya bantuan mesin tanpa tenaga manusia dalam dunia industri), dan less mobility or borderless technology (suatu kondisi dimana manusia bisa bekerja dan belajar dari rumah tanpa harus pergi ke kantor atau sekolah).

Saat ini internet memiliki peranan yang sangat penting bagi generasi z. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020, sebanyak 27,94% penduduk Indonesia merupakan generasi z. Dikutip dari laman kemendikbud.id, generasi z atau gen z adalah generasi yang lahir pada antara tahun 1997 sampai 2012. 

Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi z hidup dan tumbuh disaat teknologi dan informasi berkembang secara masif. Hal ini membuat generasi z mampu memanfaatkan perubahan teknologi dan informasi dalam berbagai sendi kehidupan tanpa kecuali dalam pendidikan mereka.

Perbedaan karakteristik antara generasi z dengan generasi sebelumnya, membuat generasi ini memiliki keunikan. Dilansir dari katadata.co.id, dijelaskan bahwa generasi z memiliki karakter yang menggemari teknologi, fleksibel, lebih cerdas, dan toleran pada perbedaan budaya. Karakter generasi z yang tidak bisa lepas dari ponsel pintar dan internet mengakibatkan adanya pergeseran pola atau gaya belajar mereka.

Dalam sektor pendidikan, hal ini ditandai dengan adanya digitalisasi dalam proses belajar-mengajar dan juga kurikulum pendidikan. Akibatnya, pembelajaran jarak jauh atau biasa kita kenal dengan sistem pembelajaran online learning mulai menjadi tren pembelajaran masa kini. Bahkan, saat ini beberapa perguruan tinggi telah membuka program MOOC (Massive Open Online Course) yang memungkinkan masyarakat umum dapat mengakses materi belajar tanpa harus mendaftar menjadi mahasiwa di kampus tersebut.

Jika sebelumnya kegiatan belajar hanya bisa dilaksanakan di dalam kelas, di zaman sekarang media teknologi merubah sistem tersebut menjadi lebih dinamis. Yang pada awalnya para pelajar berperan sebagai penerima informasi semata menjadi partisipan aktif dalam menggali informasi dan mengungkapkan informasi tersebut menjadi pengetahuan yang berarti.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, generasi z memang tidak akan bisa lepas dari internet. Meskipun begitu, penggunaan internet tetap harus dikontrol dan perlu di awasi agar tidak mengakibatkan dampak yang buruk.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline