Lihat ke Halaman Asli

Pringadi Abdi Surya

TERVERIFIKASI

Pejalan kreatif

Pempek Palembang: Sejarah dan Jenis-jenisnya

Diperbarui: 18 Mei 2017   15:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Wisata. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Siapa yang tak kenal pempek? Makanan yang terbuat dari sagu dan ikan ini begitu terkenal seantero nusantara. Siapa saja yang datang ke Palembang wajib menjadikannya oleh-oleh. Warung pempek pun menjamur di kota-kota lain selain Palembang. Nikmatnya memakan pempek dengan cuka adalah sebuah keniscayaan.

Pempek adalah makanan asli Palembang. Memang sih, ada yang bilang pempek ini tak ubahnya dumpling, makanan Cina, dijual oleh orang Cina yang pada abad itu banyak berada di Palembang yang merupakan kota perdagangan. Tapi, pempek murni dari Palembang lho. Hanya saja dulu namanya bukan pempek, melainkan kelesan. Di masa Kesultanan Palembang, kelesan adalah panganan adat di dalam Rumah Limas yang mengandung sifat dan kegunaan tertentu. Dinamakan kelesan juga karena makanan ini dikeles atau tahan disimpan lama.

Kelesan mulai dijual komersial pada zaman kolonialisme Belanda. Saat itu, orang Cina yang menguasai perdagangan. Termasuk penjual kelesan juga orang Cina. Satu versi mengatakan, karena yang menjual adalah orang Cina, maka ketika pembeli datang, mereka memanggil "Pek, Apek" (sebutan untuk pria tua Cina). "Pek, Apek" inilah yang kemudian berubah menjadi pempek. Namun, versi budayawan Palembang mengatakan, penjual kelesan dulu dipanggil Empek. Setiap kali hendak membeli, pembeli memanggil "Pek, Empek". Jadilah pempek.

Pada awalnya pempek palembang dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih. Karena ikan gabus juga mahal, kini digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Tapi yang lebih marak digunakan adalah jenis ikan laut seperti Tenggiri.

Ada banyak jenis pempek di Palembang. Baru-baru ini populer jenis baru, pempek beranak, yang diadaptasi dari bakso beranak. Nah, berikut nama pempek yang perlu kamu tahu dan wajib kamu coba:

1. Pempek Kapal Selam

<img src="http://www.pempekkita.com/wp-content/uploads/2013/09/pempek-kapal-selam.jpg" width="303" height="202" alt="Pempek Kapal Selam" class="alignnone" />

Pempek kapal salam adalah jenis pempek yang paling populer. Bentuknya dibuat mirip kapal selam tempo dulu. Pempek ini berisi satu telor utuh. Juga sering disebut pempek <em>telok besak</em>.

2. Pempek Lenjer

<img src="http://www.pempekkita.com/wp-content/uploads/2013/09/pempek-lenjer-300x192.jpg" width="300" height="192" class="alignnone" />

Pempek lenjer adalah pempek yang berbentuk silinder, panjang. Dari bentuk panjang ini, kemudian dipotong jadi beberapa bagian. Pempek lenjer juga ada lagunya lho, dan lagunya menjadi salah satu lagu daerah di Palembang. Potongan liriknya: <em>pempek lenjer, pempek lenjer, makan sikok pacak kelenger</em>.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline