Lihat ke Halaman Asli

Prayitno Ramelan

TERVERIFIKASI

Pengamat Intelijen, Mantan Anggota Kelompok Ahli BNPT

Keputusan Pemerintah Memvaksin Lansia adalah Langkah Smart

Diperbarui: 10 Februari 2021   15:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Rapat tersebut membahas ketersediaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga via KOMPAS.com)

Penulis pernah membuat tulisan bahwa virus SARS-CoV-2 sebagai sarana alam yang bertugas membasmi manusia yang rentan, yaitu para lansia dan mereka yang memiliki komorbid (baca di sini).

Kini, bagaimana pemerintah menyikapi penyebaran corona virus covid-19 yang terus meluas dan jumlahnya naik, di mana ada keputusan terbaik Menkes Budi Sadikin untuk memberi vaksin kepada Lansia. Mari kita bahas.

Covid-19 pembunuh utama para lansia

Pada awal Covid menyebar, April 2020, juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia kebanyakan berusia antara 30 sampai 59 tahun.

Kasus kematian terbanyak kedua terjadi pada kelompok pasien dengan rentang usia 60 sampai 79 tahun.

Data tersebut juga diungkap oleh KawalCovid19 melalui akun twitter resminya, Minggu 24 Mei 2020, kelompok usia di atas 60 tahun tingkat kematiannya mencapai 17,70 persen.

Saat itu menurut Yurianto, kasus kematian pasien Covid-19 terutama yang memiliki penyakit penyerta hipertensi, diabetes, penyakit jantung, serta penyakit pernafasan seperti asma dan penyakit paru-paru obstruktif yang sudah menahun.

Pada bulan November 2020, terjadi pergeseran rentang usia. Juru bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito pada kanal YouTube Sekretariat Presiden menyebutkan Usia 60 tahun ke atas 19,5 kali lipat lebih berisiko, 46-59 tahun 8,5 kali lipat lebih berisiko, dan 31-45 tahun 2,4 kali lipat lebih berisiko. Dari data ini terlihat resiko tertinggi pada lansia usia 60-79 tahun.

Menurut Wiku, penyandang komorbid, urutan paling berbahaya bila tertular covid yaitu, penyakit ginjal (13,7 kali lebih berisiko), penyakit jantung (9 kali lebih berisiko), diabetes mellitus (8,3 kali lebih berisiko), hipertensi (6 kali lebih berisiko), dan penyakit imun (6 kali lebih berisiko).

Pemberian vaksin untuk lansia

Sejak vaksin diketemukan dan dilaksanakan, negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat, prioritas vaksin diperuntukan para lansia.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline